Kanal

Daftar Kepala Negara Hadir Pelantikan Presiden, Ada 1 Raja Negara Kecil di Afrika, Ini Sosoknya

Raja eSwatini, Mswati III - Kolase TribunJabar.id (Kompas.com dan Intisari)

Dikutip dari Kompas.com (19/4/2019), Eswatini merupakan sebuah negara kecil di Afrika Selatan yang terletak di antara Afrika Selatan dan Mozambik.

Negara yang meraih kemerdekaannya pada tahun 1968 itu semula bernama Swaziland.

Penggantian nama Swaziland menjadi Eswatini dilakukan pada perayaan setengah abad kemerdekaan negara itu, April 2018 lalu.

6. Wakil Presiden China

Wakil Presiden China Wang Qishan sendiri telah berada di Indonesia sebelum acara pelantikan Jokowi-Ma'ruf.

Sebelum menghadiri acara pelantikan, Wang mengunjungi Istana Wakil Presiden, Jakarta, Sabtu (19/10/2019) siang.

Selain itu, Wang juga berkunjung ke Kota Solo dan bertemu dengan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo beserta Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjalin kerja sama antara China dengan Pemerintah Solo dan Jawa Tengah.

Sosok  Raja Eswatini

Ada satu kepala negara yang akan menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden pada Minggu (20/10/2019) yang mungkin kurang familiar bagi masyarakat Indonesia.

Kepala negara yang dimaksud adalah Raja Eswatini, Mswati III.

Banyak yang tak mengetahui, Eswatini yang dulunya bernama Swaziland adalah sebuah negeri di Afrika.

Tepatnya, negara eSwatini berada di tenggara Benua Afrika.

Nama ibu kota dari negeri ini adalah Mbabane.

Menurut BBC Indonesia yang dikutip TribunJabar.id, Jum'at (18/10/2019), adapun dua kota terbesar di eSwatani adalah Mbabane dan Manzini.

Mbabani berpenduduk sekitar 76 ribu, sementara Manzini 110 ribu.

Diolah dari TribunnewsWiki.com, eSwatini dihuni oleh bangsa yang diperkirakan berasal dari Mozambik.

Nenek moyang yang mendiami eSwatini diyakini adalah Suku Nguni.

Raja di Negeri Monarki

Letak negeri eSwatini di Afrika. ((Google Maps))

Pada tahun 1986, Mswati III naik tahta menggantikan ayahnya Sobhuza II.

Jadi, Mswati sudah berkuasa selama kurang lebih 33 tahun di negeri yang menganut sistem monarki absolut tersebut.

Pada 19 April 1968 hingga 25 April, Mswati memiliki gelar Yang Mulia Pangeran Makhosetive dari Swaziland.

Namun, gelarnya berubah. Mulai 25 April 1986–sekarang ia kerap dipanggil Yang Mulia Ngwenyama (Raja) eSwatini.

Menurut laman TribunnewsWiki.com, eSwatini dulunya berada di bawah pemerintahan Britania Raya, tepatnya mulai dari 1903 hingga 6 September 1968.

Padahal, sebelumnya ada Konvensi Swaziland 1881 yang memastikan kemerdekaan daerah yang dikuasai Inggris.

Namun, eSwatini yang dulunya bernama Swaziland tetap berada di bawah administrasi Republik Afrika Selatan yang direbut secara paksa oleh Inggris.

Swaziland pun menjadi protektorat Inggris.

Hingga akhirnya, Swaziland memperoleh kemerdekannya.

Swaziland kemudian mengadopsi sistem pemerintahan monarki asbolut.

Di Afrika, Swaziland adalah satu-satunya negara monarki absolut yang melarang semua partai politik.

Namun, perlawanan semakin meningkat di Swaziland.

Aktivis demokrat terus mendorong hak-hak dan demokrasi yang lebih besar di eSwatini.

Termasuk permintaan penghapusan sistem monarki absolut.

Alamnya Masih Terjaga

Bagi Anda penggemar Marvel mungkin akan teringat dengan Wakanda saat mengenal soal eSwatini.

eSwatini adalah daerah yang tak memiliki pesisir.

Kendati demikian, menurut laman BBC, alam negeri ini mampu menjadi daya tarik wisatawan.

Di sana, terdapat pemandangan alam yang beragam, mulai dari pegunungan yang sejuk maupun dataran rendah panas dan kering.

Alam eSwatini masih terlindungi berkat peraturan progresif terkait pelestarian lingkungan.

Ruth Buck, pemilik Hotel Foresters Arms, yang dibangun sekitar 30 kilometer di barat-daya kota Mbabane mengatakan, penduduk di eSwatani bahkan ramah, humoris, dan dermawan.

"Saya suka menyetir di sini, menikmati pemandangan yang beragam, mendatangi pasar Swazi yang hidup suasananya. Sungguh ini adalah negeri yang indah dengan suasana yang hangat," ujarnya.

Terungkap Kenapa 20 Oktober Dipilih untuk Pelantikan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) dan Maruf Amin

Jelang Pelantikan Presiden, Mahfud MD Posisi Ini di Kabinet, Panglima TNI Gantikan Pramono Anung

Pelantikan Presiden, Daftar 81 Nama Calon Menteri dan Wakilnya, AHY Menpora, Najwa Shihab Jubir

Tsamara Amany Sah jadi Istri Ismail Fajrie, Menikah H-1 Pelantikan Presiden, Maruf Amin jadi Saksi

Sumber: Kompas.com (Veronika Yasinta/Mutia Fauzia/Ardi Priyatno Utomo/Rakhmat Nur Hakim/ Fabian Januaris Kuwado/Agni Vidya Perdana, Editor: Veronika Yasinta/Bambang Priyo Jatmiko/Ardi Priyatno Utomo/Fabian Januaris Kuwado/Sabrina Asril/Agni Vidya Perdana)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com

VIRAL Video Gerombolan ABG Perempuan Joget di Atas Kuburan, Panen Protes dari Warganet

Berita Populer