Kanal

Pelantikan Presiden, Jokowi Diajak Jusuf Kalla dari Solo ke Jakarta Sempat Dinyiyir Anas Urbaningrum

Inilah hasil foto selfie calon Presiden Joko Widodo bersama Jusuf Kalla, Sabtu (5/7/2014). Foto ini diunggah di laman Facebook Jokowi. - Facebook.com

Apalagi dirinya tidak memiliki dana untuk memenangi pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Selain itu, lanjut Jokowi, awalnya belum ada izin dari DPP PDI Perjuangan soal pencalonannya sebagai Cagub DKI Jakarta.

Nyinyir Anas Urbaningrum 

Beberapa tahun silam, sambil becanda, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengatakan, calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi lebih cocok menggantikan Ban Kim Moon sebagai Sekretaris Jenderal PBB. 

"Cocoknya jadi Sekjen PBB," kata Anas Urbaningrum saat safari politik di Pacitan, Sabtu.

Anas Urbaningrum mengatakan, Jokowi dulu pernah mengatakan bahwa dirinya tak punya tongkrongan sebagai Gubernur, apalagi sebagai calon Presiden. 

"Dulu dia bilang gak cocok sebagai gubernur, tapi nyalon juga," kata Anas Urbaningrum sambil tersenyum. 

Terkait pemilukada DKI Jakarta, Anas Urbaningrum mengatakan, pasangan Foke-Nara dan Partai Demokrat harus lebih bekerja keras lagi pada putaran kedua nanti yang dimulai tanggal 20 September 2012. 

"Tentu harus bekerja keras.

Potensi pemilih akan kita rangkul termasuk kemarin yang belum memilih, calon lain.

Bukan tidak mungkin pemilih yang memilih Jokowi akan memilih Fauzi (Foke)," kata Anas Urbaningrum. 

Cerita Kesederhanaan Jokowi dari Ajudan

Saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, ke mana pun Joko Widodo atau Jokowi pergi, keempat pria berambut cepak ini selalu setia mengikuti.

Mereka selalu bersiaga dengan headset warna putih di telinga layaknya agen-agen rahasia di film.

Ke empat pria ini tak lain adalah ajundan Jokowi yang selalu menempel sang Calon Gubernur DKI Jakarta itu selama menjalankan aktivitasnya di Ibu Kota.

Beberapa di antara mereka adalah anggota kepolisian, namun sisanya adalah ajudan pribadi Jokowi.

Banyak kenangan yang didapat para ajudan ini selama mengikuti Jokowi.

Salah satunya adalah Kuntoro.

Pria asli Solo, Jawa Tengah ini mengakui bahwa sosok Jokowi berbeda dengan pejabat-pejabat lainnya.

Meski sudah menjadi orang penting dengan posisi Wali Kota Solo, Jokowi praktis tidak suka akan protokoler yang kaku.

"Bapak orangnya biasa-biasa saja. Nggak terlalu suka diatur-atur," ujar Kuntoro.

Jika dalam kerumunan, lanjutnya, para ajudan selalu berusaha memberikan batas kepada warga agar tidak terlalu dekat dengan Jokowi.

Namun, hal ini yang paling tidak disukai Jokowi.

Dengan nada datar, Jokowi biasanya langsung menginstruksikan agar ajudannya tidak menghalang-halangi warga yang ingin bersalaman atau pun berfoto bersama.

Hal lucu pernah terjadi pada Kuntoro saat menjaga Jokowi di tengah kerumunan.

"Saya pernah disangka copet karena menghalang-halangi warga dan tangan saya kena badannya.

Ha-ha-ha. Jadi setelah itu kami pakai seraham batik merah ini," kenang Kuntoro.

Ketidaksukaan Jokowi akan protokoler juga ditunjukkannya di meja makan.

"Pernah kami para ajudan makan di meja sendiri, bapak di meja satunya lagi makan sendiri.

Ternyata Bapak minta kami makan saja satu meja sama dia.

Jadi, sekarang kalau makan ya sama-sama semeja dengan ajudannya," kata Kuntoro.

Dalam hal makanan, Jokowi pun tidak memiliki menu favorit.

Di mata Kuntoro, Jokowi sangat sederhana.

Dia melahap semua makanan yang diberikan kepadannya.

"Semua makanan enak kayaknya buat bapak.

Ha-ha-ha," ujar Kuntoro.

Kendati tidak memiliki menu favorit, Kuntoro menuturkan Jokowi sangat senang makan di warung Tegal (warteg).

"Suka buanget dia makan di warteg pas putaran pertama.

Sampai kami (ajudan) becanda ke bapak, 'Pak, jauh-jauh ke Jakarta jangan makan warteg terus'," ujar Kuntoro berseloroh. (*)

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim

Setelah Rapid Test, 300 Warga Jabar Positif Corona, Emil Instruksikan Karantina Wilayah Parsial

Berita Populer