Kanal

Laut China Selatan Kembali Memanas, TNI Angkatan Laut Bersiaga di Area Utara

Danlantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto memberikan penghormatan kepada KRI Teluk Ende 518 di dermaga Tanjung Bara, Selasa (22/10/2019). Judijanto mengerahkan armada di area laut perbatasan khususnya di sekitar laut Tiongkok Selatan. Hal tersebut dikarenakan Armada angkatan laut Amerika Serikat berlayar di laut Tiongkok Selatan.

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Laut China Selatan Kembali Memanas, TNI Angkatan Laut Bersiaga di Area Utara

Beberapa hari ini kondisi perairan Laut China Selatan Kembali memanas.

Hal tersebut dikarenakan kapal milik Amerika Serikat kembali berlayar di area China

Dengan memanasnya politik atas air ini tentu diperhatikan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Bahkan pos dan armada laut bersiaga di beberapa lokasi. Salah satunya di perairan laut Ambalat Kalimantan Utara.

Melalu Danlantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto menjamin dengan memanasnya politik kedua negara tidak berimbas ke Indonesia.

"Barier ibu kota negara ancaman dari luar salah satu isu hubungan China dan Amerika patut kita waspadai dan  tidak bisa menghindar. Ini merupakan suatu tantangan yang harus kita hadapi," ucap Judijanto.

Ia memastikan posisi Indonesia tidak mendukung dari salah satu negara. Hanya saja TNI Angkatan Laut di area Kalimantan Utara khususnya di bawah Lantamal XIII Tarakan tetap siaga di area laut perbatasan.

"Memposisikan kita di posisi tepat. Kita berteman dengan China dan Amerika. Jangan sampai jika terjadi konflik berimbas kepada Indonesia," kata Judijanto.

Beberapa pekan terakhir ini kondisi laut China Selatan memanas. Sejak beberapa pekan terakhir, situasi di kawasan tersebut kembali memanas.

Terutama sejak bulan lalu ketika kapal perusak AL Amerika Serikat mulai berlayar di dekat pulau-pulau yang diklaim China

China menyalahkan AS karena telah meningkatkan ketegangan dengan mengirim kapal perang dan pesawat militer ke wilayah tersebut.

Bahkan Malaysia sendiri juga mulai memperkuat armada laut di perairan Malaysia. (*)

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim

Berita Populer