Video Lengkap Saat Santri Sebut Prabowo Subianto Jadi Menteri Jokowi, Pernah Viral pada 2016

Video santri sebut Prabowo Subianto menteri Jokowi pada tahun 2016 baru-baru ini viral di media sosial.

"Nomor dua, Ahok," kata dia yang kembali membuat Jokowi tertawa.

"Nomor tiga, Prabowo," lanjutnya sehingga Jokowi tertawa terpingkal-pingkal.

Orang nomor satu itu bahkan menepuk pundak Fikri beberapa kali dengan masih tertawa.

Bahkan ia tidak meralat jawaban Fikri.

"Udah ambil sepedanya," ujar Jokowi yang masih tertawa mendengar jawaban santri tersebut.

Rupanya, setelah mendapat hadiah sepeda dari Presiden, kabarnya Fikri mengirimkan sepeda itu kepada ayahnya di Pekalongan untuk dipakai bekerja.

Video ini pun ramai diperbincangkan karena ucapan Fikri seakan jadi kenyataan.

Sebab, bila Prabowo benar-benar dilantik Rabu besok pagi, maka ia resmi jadi menteri di Kabinet Jokowi sebagaimana ucapan Fikri.

Hari Santri Nasional

Trending Google, Ini Sejarah Ditetapkannya 22 Oktober Sebagai Hari Santri Nasional Berikut Ucapannya

Hari Santri Nasional diperingati pada tanggal 22 Oktober.

Pada tanggal tersebut berbagai kegiatan mengenai Hari Santri Nasional digelar.

Meski belum waktunya, namun Hari Santri Nasional sudah menjadi trending, Sabtu (19/10/2019).

• Menguat Menteri Jokowi, Video Santri Soal Prabowo yang Pernah Beredar Tahun 2016 Ini Kembali Viral

• Posisi Duduk Anies Baswedan dan Ahok di Pelantikan Jokowi Ini Disorot, Suami Puput Nastiti Spesial

Dilansir dari Tribun Manado, 22 Oktober 2019 merupakan Hari Santri Nasional yang ke-4 sejak ditetapkan pada 2019.

Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri Nasional berdasarkan Keppres Nomor 22 tahun 2015.

Hari Santri Nasional ini merupakan penghargaan pemerintah terhadap peran para santri yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Peringatan Hari Santri Nasional di Parepare dihadiri ribuan orang dari kalangan pelajar, santri, pemuda dan organisasi islam, Senin (22/10/2018).

Sejarah telah mencatat bahwa para santri telah mewakafkan hidupnya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kini para santri diharapkan dapat meneladani semangat jihad cinta tanah air, rela berkorban untuk bangsa dan negara sebab berjuang membela Tanah Air adalah wajib.

Peringatan Hari Santri merupakan penghormatan atas jasa para santri turut berjuang memerdekaan Indonesia dan menumbuhkan rasa patriotisme di kalangan generasi bangsa Indonesia.

Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945

Hari Santri Nasional berdasarkan resolusi jihad yang dicetuskan oleh Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.

Hal ini untuk mencegah kembalinya tentara kolonial Belanda.

KH Hasyim Asy’ari menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela Tanah Air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu“.

Seruan Jihad dikobarkan oleh KH Hasyim Asyari, membakar semangat para santri Arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Jenderal Mallaby pun tewas bersama 2.000 pasukan Inggris dalam pertempuran 3 hari berturut-turut yakni 27, 28, 29 Oktober 1945.

Angkatan perang Inggris marah, hingga berujung pada peristiwa 10 November 1945 yang kemudian diperingati Hari Pahlawan.

Misteri Tewasnya Jenderal Mallaby jadi Pemicu Perang 10 November

Melansir Kompas.com, setelah Soekarno dan Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya berdaulat dan bebas dari ancaman negara asing.

Secara de fakto, Belanda masih menyimpan ambisi untuk menancapkan lagi kekuasaannya di Indonesia.

Apalagi, kemenangan pihak Sekutu dalam Perang Dunia II semakin memantapkan niat Belanda terhadap Indonesia.

Tentara Sekutu yang diboncengi NICA (Netherlands Indies Civil Administration) mulai diberangkatkan menuju ke Indonesia.

Mereka diturunkan di tempat-tempat strategis di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan untuk memulai langkahnya.

Selain kembali berkuasa, pihak Sekutu dan Belanda mempunyai tujuan lain, yaitu untuk melucuti persenjataan Jepang.

Mereka mengambil alih kendali dan menghukum tentara Jepang yang tersisa.

Dilansir dari buku Indonesia dalam Arus Sejarah edisi 6 (2012), pihak Sekutu yang dulu melihat orang Indonesia sebagai "het zachtste volk ter wereld" (bangsa terhalus di dunia), kini menjadi bangsa yang lebih liar, ganas, dan garang.

Kedatangan Tentara Sekutu juga sampai ke Surabaya pada Oktober 1945. Mereka mulai melakukan aksi seremonial berjalan ke berbagai sudut kota untuk melihat situasi dan kondisi.

Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby, seorang perwira Inggris, memimpin sejumlah inspeksi dan persiapan menjelang pelucutan senjata tentara Jepang.

Mallaby juga berupaya meredam amarah penduduk Surabaya. Konsolidasi dilakukan agar pelaksanaan cepat selesai.

Namun, semangat penduduk Surabaya adalah mempertahankan kemerdekaan.

Mereka tak mempedulikan janji pihak Sekutu, namun hanya fokus pada upaya mempertahankan kemerdekaan.

Pada 30 Oktober 1945, perwira Kerajaan Inggris itu tewas.

Mobil yang ditumpanginya hangus terbakar akibat perlawanan rakyat Surabaya.

Kejadian bermula karena perlawanan rakyat Surabaya yang menginginkan Gedung Internatio terbebas dari militer Inggris.

Akibatnya, muncul percecokan yang membuat Mallaby tewas.

Lantas muncul pertanyaan, siapakah yang membunuh Jenderal AWS Mallaby ?

Berbagai sumber mengemukakan berbagai cerita mengenai awal kedatangan Sekutu ke Indonesia hingga pertempuran 10 November selesai.

Namun, belum ada catatan mengenai sosok orang yang membunuh perwira muda tersebut.

Buku Indonesia dalam Arus Sejarah edisi 6 (2012) hanya menjelaskan bagaimana Mallaby terbunuh ketika ada aksi tembak-menembak terhadap penduduk Surabaya.

Sumber lain menyebutkan bahwa Jenderal AWS Mallaby terkena granat dari anak buahnya yang berusaha melindungi. Namun, granat itu meleset dan terkena mobilnya, hingga kemudian terbakar.

Sementara itu, secara terpisah sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Rojil Nugroho Bayu Aji menambahkan dan memperjelas peristiwa tersebut.

"Ini tak ada kesimpulan siapa yang menembak atau yang menggranat. Orang Inggris sendiri mengkritisi laporan bahwa orang Surabaya bengis dalam peristiwa itu," ujar Rojil.

Masih menjadi misteri memang siapakah yang membunuh Mallaby.

Namun, setelah peristiwa itu pihak Inggris mengultimatum rakyat Surabaya untuk menyerahkan berbagai senjata sebelum pukul 06.00 pagi pada 10 November 1945.

Ultimatum itu tak diperhatikan. Rakyat Surabaya melawan, hingga terjadilah pertempuran dahsyat.

Sampai sekarang, pertempuran yang itu dikenal dengan Peristiwa 10 November dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Maruf Amin Sebut Tak Ada Jokowi Tak Ada Hari Santri Nasional

Dilansir dari Kompas.com, , KH Maruf Amin berkunjung ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (23/10/2018).

Dalam kunjungannya, Ma'ruf menghadiri perayaan Hari Santri di sana.

“Hari ini saya melakukan kegiatan di Kalimantan, khususnya di Palangkaraya. Kunjungan saya ini masih terkait dengan Hari Santri,” kata Kiai Maruf, di Asrama Haji Al Mabrur, Palangkaraya Selasa (23/10/2018).

Menurut Maruf, peringatan Hari Santri penting untuk mengingatkan peran penting santri dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Apalagi di era global dan digital ini, menurut Maruf peran santri semakin penting untuk menangkal hoaks serta politik adu domba yang merajalela.

“Tentunya para santri bisa menangkal semakin berkembangnya hoaks tersebut. Saya berharap, para santri juga meningkatkan kapasitas dan kompetensinya,” ujar Maruf.

Selain itu, Ma'ruf mengatakan perayaan Hari Santri juga sebagai pengingat peran penting Presiden Joko Widodo yang membawa pemerintah mengakui peran santri dalam usaha memerdekakan bangsa.

Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri pada 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden No. 22 Tahun 2015.

“Tak ada Jokowi, maka tak ada Hari Santri nasional,” kata Maruf.

Rangkaian kegiatan:

Apel besar (upacara) peringatan

Pengajian akbar

Pertunjukan seni islami

Liga Santri Nusantara.(*)

• Daftar Harga Handphone Samsung Bulan Oktober 2019, Mulai dari Rp 1 Jutaan Lengkap di Sini!

• Selamat Hari Santri Nasional 2019, Parade Foto di Balikpapan dan Meme Santri Tersebar via WhatsApp

*Kumpulan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2019

1. Berbekal doa restu ayah ibu, yang mengantar ku menemui kiai untuk mengaji, kuyakinkan diri menjadi santri.

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019.

2. Kesejatian dan keabadian itulah yang menjadi dasar keyakinanku untuk menjadi santri.

Kehidupan dunia lalui dengan sungguh-sungguh dengan keyakinan tersebut.

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019

3. Sejuta benang terpisah dari orangtua.

Hidup di pondok pesantren, takzim di hadapan kiai tuk menempuh ilmu demi masa depan dunia dan akhirat.

Menjadi santri, upaya memperbaiki diri dan bangsa ini. Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019.

4. Dari santri, untuk negeri

Selamat hari santri nasional 2019

5. Biarkan langkah kaki menapaki jejak para kiai dan alim ulama negeri, dengan menjadi santri.

Tak banyak yang kucita-citakan selain meneladani Rasulullah dan mengabdi pada Illahi rabbi.

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019.

6. Kesejatian dan keabadian itulah yang menjadi dasar keyakinanku untuk menjadi santri.

Kehidupan dunia lalui dengan sungguh-sungguh dengan keyakinan tersebut.

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019

7. Menjadi santri bukan berarti sok suci.

Menjadi santri bukan agar menjadi manusia yang eksklusif.

Menjadi santri adalah upaya menjadi manusia sejati dan meneladani Rasulullah Muhammad saw.

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019

8. Selamat Hari Santri Nasional 2019.

Mari teguhkan komitmen ke-Islaman dan ke-Indonesiaan demi menegakkan NKRI.

9. Selamat Hari Santri Nasional!

Mari kita wujudkan Islam yang sejuk dan cinta damai dalam kehidupan sehari-hari.

(Tribunnews.com/Sri Juliati)

Berita Populer