Kanal

Firasat Guru Desak Putu Tiara Pembawa Baki Paskibra Meninggal Misterius, Sekolah Sempat Gelar Ritual

Desak Putu Tiara pembawa baki Paskibra meninggal misterius - Kolase Tribun Kaltim

Senin (28/10/2019) salah satu siswi di SMA Negeri 3 Singaraja ini mengeluh tidak enak badan.

Kepalanya Sakit, dan badannya terasa panas.

Ia pun meminta izin kepada gurunya untuk pulang ke rumah, dengan dijemput oleh salah satu keluarganya.

Karena Sakit yang dialami oleh Desak Tiara dinilai biasa-biasa saja, Sugiarta pun hanya membawa sang buah hati untuk berobat di salah satu dokter praktik.

Namun karena suhu badan Desak Tiara tak kunjung turun, pada Jumat (1/11/2019) pihak keluarga pun membawa Desak Tiara ke RSUD Buleleng, untuk melakukan cek darah.

Namun karena di RSUD kondisi kamar inapnya penuh, mereka pun akhirnya melarikan Desak Tiara ke RS Kertha Usada.

"Dari RSUD ke RS Kertha Usada itu dia naik ambulans. Masih sempat bercanda.

Bahkan di dalam ambulans dia (Desak Tiara,red) hanya duduk, jadi kami berpikir Sakitnya tidak parah," katanya.

Sementara kakek Desak Tiara, Dewa Sadnyana mengatakan, setibanya di RS Kertha Usada, pihak medis langsung membawa cucu kesayangannya itu ke ruang ICU.

Saat itu, Desak Tiara masih sempat bercanda dengan menyebut jika perawat-perawat di rumah Sakit tersebut tampan.

Namun saat hendak dipasang peralatan medis seperti oksigen dan detak jantung, Desak Tiara tiba-tiba berontak.

Hingga pihak medis, sebut Dewa Sadnyana yang juga merupakan salah satu anggota Pol Air Polres Buleleng terpaksa menyuntikan obat penenang.

Selang beberapa menit kemudian, sebut Dewa Sadnyana, Desak Tiara semakin drop, dan langsung tak sadarkan diri (koma).

"Sudah dilakukan pengecekan darah dan lendir. Hasilnya negatif. Sampai sempat di tes HIV, hasilnya juga negatif.

Dokter juga bingung Desak Tiara itu Sakit apa dan obat apa yang harus diberikan. Jadi selama di ICU dia hanya diberikan cairan infus, cairan makanan dan oksigen," ucap Sadnyana lirih.

Bahkan sebut Sadnyana, sempat keluar cairan berwana hijau pekat dari dalam hidung korban sebanyak setengah botol.

Malangnya, menurut dokter kata Sadnyana, cairan itu menandakan jika paru-paru dan jantung milik Desak Tiara telah rusak.

Pun bagian lambungnya dinyatakan telah bocor.

Setelah lima hari berjuang melawan Sakit, Desak Tiara akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (6/11/2019) sekira pukul 16.55 wita.

Kini penyebab kematian Desak Tiara masih misterius.

Pihak dokter sebut Sadnyana telah mengambil sampel darah milik Desak Tiara, untuk dilakukan penelitian di Universitas Udayana Denpasar.

Rencananya, jenazah Desak Tiara akan dikremasi di Setra Kelurahan Penarukan, pada Rabu (13/11/2019) mendatang.

"Kami juga sudah mencoba nanya ke balian, ya katanya disantet orang. Namun hal seperti itu kan tidak bisa dibuktikan," katanya.

Gemar Main Basket dan Futsal

Desak Desak Tiara lahir di Sumbawa, NTB pada tanggal 18 Sepember 2002.

Ia tinggal di Sumbawa bersama ayah dan ibunya sejak hingga tamat Sekolah Dasar.

Ayahnya merupakan salah satu angota Sat Pol Air Polres Sumbawa.

Desak Tiara (Facebook)
Memasuki bangku SMP, Desak Tiara meminta kepada orangtuanya untuk bersekolah di Buleleng saja, bersama bibiknya.

Keinginan Desak Tiara itu lantas dipenuhi oleh kedua orangtuanya.

"Dari kecil dia memang kepingin sekolah di Buleleng. Meski berjauhan, dia setiap hari menghubungi saya. Selalu saya selipkan pesan agar dia menjadi anak yang rajin, jangan nakal," kenang ayahnya, Dewa Gede Sugiarta.

Sebelum meninggal atau sekitar dua minggu yang lalu, Sugiarta sempat pulang ke Buleleng untuk bertemu dengan anak semata wayangnya itu.

Dan pulang kembali ke Sumbawa pada Senin (28/11/2019) malam.

Ia pun mengaku tidak menyangka jika kepulangannya itu menjadi momentum terkahir Sugiarta untuk bertemu dengan anak satu-satunya tersebut.

"Terakhir dia minta foto bareng dengan saya. Saya dipeluk. Saya sempat bawa dia ke dokter karena mengeluh badannya panas dan Sakit kepala. Saya tidak menyangka kalau Sakitnya itu ternyata parah," ucapnya.

Di sekolah, Desak Tiara merupakan salah satu siswa yang berprestasi.

Ia menjadi tim inti basket putri di SMA Negeri 3 Singaraja, dan pernah berhasil meraih juara tiga di tingkat provinsi.

Tak hanya gemar bermain basket, di sekolah ia juga hobi bermain futsal di posisi sebaga penjaga gawang (keeper).

Pada 2018 lalu, ia juga sempat menjabat sebagai Bendahara Osis di sekolah.

Karena prestasinya ini, Desak Tiara pun terpilih mewakili sekolahnya untuk membawa baki saat penurunan bendera 17 Agustus 2019 di Taman Kota Singaraja. (*)

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Bali

Alasan Ibu Ikat Kaki Anak dan Gantungkan di Jendela, Mengaku Kesal karena Tak Pamit

Berita Populer