Selasa, 7 April 2026

Sumber Air Jadi Asam, Ini Langkah yang Dilakukan PDAM Berau

Sumber Air Jadi Asam, Ini Langkah yang Dilakukan PDAM Berau agar air bisa dikonsumsi warga

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
Berau menambahkan zat kimia untuk menetralisir tingkat keasaman air Sungai Segah yang menjadi sumber air bakunya. Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir, Sungai Segah mengalami fenomena perubahan warna dan tingkat keasaman. 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB –sumber air jadi asam, ini langkah yang dilakukan PDAM Berau 

Meski air Sungai Segah yang tadinya keruh, kini menjadi jernih, tidak lantas membuat masyarakat Berau merasa aman untuk mengonsumsi Air Sungai.

Selama ini, Sungai Segah menjadi air baku untuk diproses menjadi air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah.

Apalagi, hingga hari Selasa (12/11/2019) ini, belum ada kejelasan, apakah air Sungai Segah masih layak untuk diproses menjadi air bersih dan aman untuk diminum.

Ditambah, fenomena perubahan air sungai ini terjadi dari Labanan hingga Kelurahan Rinding yang dekat dengan intake PDAM Tirta Segah.

Ternyata Hari ini Diperingati Hari Ayah Nasional, Benarkah Asal Usulnya Berawal dari Hari Ibu!

Big Match Persib vs Arema FC, Aremania Tak Perlu ke Bandung, hingga Bobotoh Dilarang Balas Dendam

Setelah Prabowo, Politikus Dahnil Anzar juga Masuk Barisan Jokowi, Ada Pengenal Khusus Saat Bertugas

Menanggapi hal ini, Direktur PDAM Tirta Segah, Saipul Rahman mengatakan, saat fenomen ini diketahui pertama kali, pihaknya langsng mengambil sampel air.

Dari sampel tersebut diketahui, ada perubahan kadar asam-basa atau pH air sungai.

Untuk mendapatkan kadar Ph yang sesuai, PDAM menambahkan bahan kimia untuk menetralkan pH.

Dalam kondisi normal, tingkat pH mencapai 6 hingga 7. Kurang dari 6 artinya kondisi air asam.

Jika lebih dari 7 air dalam kondisi basa. Saat ini, pH air Sungai Segah menurun menjadi 3 hingga 4.

“Kami lakukan perubahan komposisi bahan kimia untuk menetralkan air,” ujarnya.

Saipul mengatakan, di Kampung Labanan, tempat fenomena ini pertama kali diketahui, ada 463 pelanggan PDAM.

Dan ribaun pelanggan PDAM di Teluk Bayur yang sumber air bakunya juga berasal dari Sungai Segah. Namun PDAM tetap mendistribusikan air bersih kepada pelanggannya.

“Kami masih melakukan pengujian, hasilnya kami laporkan ke Dinas Kesehatan, DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) dan Bupati Berau. Tapi yang menentukan sehat atau tidak, yakni Dinas Kesehatan,” jelasnya.

PDAM, kata Saipul mengacu pada Peraturan Mentri Kesehatan nomor 492 tahun 2010 untuk menetapkan standar air baku.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved