Kemenpora Benarkan Satu Suporter Indonesia Ditusuk di Malaysia 3 Orang Ditahan Terkait Terorisme

Kemenpora benarkan satu suporter Indonesia ditusuk di Malaysia 3 Orang ditahan terkait terorisme

"Dan selanjutnya, sesuai dengan fungsi pelayanannya, KBRI menerbitkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor), yang berfungsi sebagai surat keterangan kepada pihak imigrasi di Kuala Lumpur. KBRI kemudian berasumsi, bahwa Fuad akan kembali ke KBRI setelah berurusan dengan pihak imigrasi setempat, namun ternyata sudah kembali ke Indonesia," ucap pria asal Yogyakarta tersebut.

Gatot melanjutkan, isu adanya laporan tentang salah satu suporter timnas Indonesia yang mengalami tusukan hingga meninggal dunia itu tidak benar.

Namun demikian, kata Gatot setelah berkomunikasi dengan Yusron, membenarkan memang ada tusukan tetapi korban berhasil mencegahnya dan mengenai tangannya hingga mengalami sobekan.

Kemenpora selanjutnya berkomunikasi dengan Agung untuk meminta keterangan apakah PSSI berkomunikasi dengan KBRI.

• Jelang Semifinal Indonesia vs Malaysia Jumat (22/11), Ini Komentar Pelatih & Pemain Garuda Muda

• VIDEO Malaysia vs Timnas Indonesia Rusuh, Model Jessie Amalia Buktikan Suporter Lawan Lempar Flare

• Hadang Laju Febri Hariyadi, Kiper Malaysia Terpaksa Diganti Seusai Cedera

Gatot menjelaskan, kata Agung sehari sebelum pertandingan, PSSI dan juga aliansi suporter Indonesia telah melaporkan bahwa ada salah satu pendukung tim Merah Putih yang katanya ditahan oleh pihak kepolisian Malaysia.

"Namun sayangnya informasi tersebut tidak berlanjut karena mungkin PSSI sudah berhubungan langsung dengan pihak Atase Pertahanan KBRI di Kuala Lumpur," kata Gatot.

KBRI di Kuala Lumpur juga menjelaskan bahwa tidak benar adanya 3 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan seusai pertandingan.

Kata Gatot, yang benar itu ketiga orang tersebut ditahan karena dugaan terorisme.

Sejauh ini memang di Malaysia masih diberlakukan ISA (Internal Security Act).

Dimana berdasarkan undang-undang tersebut masih dimungkinkan adanya penahanan terhadap anggota masyarakat yang diduga melakukan kegiatan yang bertentangan dengan keamanan Malaysia.

Halaman
1234

Berita Populer