Kanal

Suporter Asal Indonesia Ditahan di Malaysia Kemenpora : Seharusnya PSSI Sini Tidak Tinggal Diam

Suporter Asal Indonesia Ditahan di Malaysia Kemenpora : Seharusnya PSSI Sini Tidak Tinggal Diam

Kabar suporter Timnas Indonesia dikeroyok oelh fans Malaysia usai laga Timnas Indonesia vs Malaysia di Stadion Bukit Jalil.

• Kemenpora Benarkan Satu Suporter Indonesia Ditusuk di Malaysia 3 Orang Ditahan Terkait Terorisme

• Suporter Indonesia Jadi Korban Pengeroyokan Oknum Fans Malaysia, Ini Kronologi dan Penjelasan KBRI

• Viral Video Suporter Indonesia Dikeroyok Suporter Malaysia, Laga di Stadion Batakan Dikawal Brimob

Kejadian itu terekam kamera dan dengan cepat beredar di media sosial Twitter hingga Instagram.

Melalui cuplikan video yang beredar di Twitter dan Instagram, terungkap kronologi pengeroyokan supoter Timnas Indonesia oleh oknum suporter Malaysia versi korban.

Terjadi pengeroyokan fan timnas Indonesia oleh oknum suporter Malaysia sehari sebelum laga antara skuat Garuda melawan Malaysia pada lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Laga antara Timnas Indonesia melawan Malaysia dihelat di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11/2019).

Pertandingan itu dimenangkan oleh Malaysia dengan skor 2-0 atas Timnas Indonesia melalui gol Sawafi Rasid pada menit 30 dan 73.

Sehari sebelum laga itu, oknum suporter Malaysia melakukan pengeroyokan terhadap suporter Timnas Indonesia.

Kronologi pengeroyokan berdasarkan versi korban beredar di twitter fan Semen Padang, @spartacks_spfc.

Berdasarkan utas dari twitter @spartacks_spfc, pengeroyokan tersebut terjadi satu hari sebelum laga Malaysia melawan timnas Indonesia.

Saat itu korban baru saja makam malam di Jalan Alor bersama rekan-rekannya sekitar pukul 02.00 dini hari.

Mereka kemudian berjalan menuju McDonald's di kawasan Bukit Bintang.

Tiba di lokasi, korban dan seorang bernama Fuad berpisah dengan rombongan lain, karena berbeda tempat menginap.

Korban bersama Fuad menginap di Hotel D'Majestic di Jalan Padu, sedangkan rombongan lain menginap di hotel kawasan Bukit Bintang.

Lalu, korban dan Fuad memesan taksi online untuk menuju hotel mereka menginap.

Menunggu cukup lama taksi online pun datang, Fuad masuk terlebih dulu.

Lalu saat korban akan masuk datang segerombol orang berbahasa Melayu.

Mereka mencegat dari belakang, korban dan Fuad dipaksa turun dari taksi online.

Setelah itu, keduanya diintrogerasi dan diminta berbicara bahasa Melayu.

Karena keduanya tidak bisa berbicara bahasa Melayu, mereka diseret dan seperti akan dibawa ke suatu tempat.

Namun korban dan Fuad menolak, saat itu keduanya mendapatkan kekerasan.

Mereka mendang, menyeret korban, dan merampas tas miliki Fuad.

Beruntungnya, kedua korban bisa menyelamatkan diri ke tempat rekannya yang menginap di Hotel Sungai Wang.

Korban akhirnya mendapat pertolongan dari suporter Timnas Indonesia lain dan dua orang fan johor.

Kedua korban diantar ke rumah sakit dan membuat laporan di kantor polisi setempat.

Berdasarkan informasi yang diterima BolaSport.com, menurut keterangan dari Kepala Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Yusron Ambardi, membenarkan ada insiden pemukulan terhadap suporter Warga Negera Indoneisa dan direbut paspornya sehari sebelum pertandingan.

Korban telah menghubungi KBRI untuk meminta perlindungan dan penerbitan surat seperti surat laksana paspor.

Sayangnya, sehari kemudian dihubungi KBRI, korban mungkin sudah kembali ke Indonesia.

Tujuan KBRI sendiri ialah untuk proses lanjut bagi perlindungan.

Reaksi Kemenpora

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto, mengatakan pihaknya sangat kecewa dengan Kementerian Sukan dan Belia Malaysia atas tragedi penusukan dan pengeroyokan suporter Timnas Indonesia oleh oknum pendukung Malaysia.

Kemenpora pun langsung mengirimkan surat ke pihak Malaysia per tanggal 22 November 2019 atas tragedi tersebut.

Sebelumnya dikabarkan ada penusukan yang dilakukan pendukung Malaysia kepada suporter Timnas Indonesia pada H-1 pertandingan.

Tak hanya itu, paspor pendukung Timnas Indonesia dirampas.

Disinyalir aksi yang dilakukan oleh pendukung Malaysia didasari balas dendam atas kejadian waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Akan tetapi saat itu, tidak ada suporter Malaysia yang terkena pukul, bahkan sangat dilindungi oleh PSSI pasca pertandingan.

"Kemenpora sangat kecewa terhadap insiden-insiden tersebut karena satu hari setelah insiden di SUGBK, Menpora Imam Nahrawi sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Sukan dan Belia Malaysia, Syed Saddiq, secara langsung," kata Gatot S Dewa Broto.

"Dalam responnya saat itu Menpora Malaysia menerima permohonan maaf Indonesia dan mengucapkan selamat datang kepada suporter Indonesia saat nantinya akan menonton pertandingan 19 November 2019 di Kuala Lumpur."

"Suporter Indonesia akan disambut dengan ramah oleh pendukung Malaysia, tetapi ini ternyata tidak sepenuhnya terjadi," kata Gatot.

Untuk itu, Kemenpora meminta pihak Kepolisian Malaysia agar mengusut tuntas insiden yang sempat menimbulkan luka fisik kepada suporter timnas Indonesia dan perampasan passpor.

Kemenpora berharap Kepolisian Malaysia secara transparan bisa membawa ini ke jalur hukum.

"Kemenpora juga akan meminta PSSI untuk melaporkan insiden tersebut kepada FIFA, karena saat pertemuan tanggal 6 September 2019 antara kedua Menpora,

ternyata Menpora Malaysia juga tetap membiarkan Federasi Sepakbola Malaysia untuk melaporkan insiden GBK ke FIFA meskipun Menpora Malaysia sudah menerima permohonan maaf Menpora Indonesia," kata Gatot.

• Malam Ini Semifinal Indonesia VS Malaysia di Stadion Batakan, Timnas Indonesia Diyakini Menang

• Suporter Indonesia Jadi Korban Pengeroyokan Oknum Fans Malaysia, Ini Kronologi dan Penjelasan KBRI

Gatot meminta agar suporter Timnas Indonesia bisa sedikit tenang.

Diharapkan kejadian itu tidak terulang kembali saat Timnas Indonesia bertemu Malaysia.

"Kemenpora tetap berharap agar insiden hubungan konflik antar supporter kedua negara untuk tidak terulang kembali baik di Indonesia maupun Malaysia.

Karena pada dasarnya hubungan diplomatik kedua negara dalam kondisi bagus," tutup Gatot.

(*)

Langganan berita pilihan tribunkaltim.co di WhatsApp klik di sini >> https://bit.ly/2OrEkMy

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Bali

Kronologi Mobil Kapolsek Tabrak Rumah Warga di Bangunrejo Rembang, Balita 3 Tahun dan Neneknya Tewas

Berita Populer