Atlet Senam Dipulangkan dari Pemusatan Latihan SEA Games Karena Tidak Perawan, Ini Bantahan Menpora

Editor: ade mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Atas peristiwa yang menimpa sang anak, SA harus pontang-panting bolak balik Kediri-Gresik selama dua minggu terakhir.

Ayu Kurniawati berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang karena sangat merugikan karier dan masa depan atlet.

"Kejadian seperti ini jangan sampai terjadi pada atlet lainnya. Jangan sampai ada semena-mena lagi, biarlah anak saya saja yang menjadi korbannya," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ayu juga berharap kepada tim pelatih tidak bertindak semena-mena kepada atlet yang dilatihnya.

Saat ditanya apakah peristiwa yang menimpa putrinya merupakan dampak dari persaingan dengan sesama atlet senam, Ayu menjawab tidak tahu.

Prestasi SA

Rupanya, SA sejak SD telah mengikuti latihan sebagai atlet senam.

Selama menjadi atlet senam, SA telah mendapatkan sekitar 46 medali kejuaraan.

Terakhir, SA mengikuti kejuaraan Asean School di Singapura pada 2017 dan mendapatkan medali perunggu.

Kejuaraan yang pernah diikuti Kejurnas di Jambi, sedangkan ajang lomba di Thailand tidak mendapatkan juara.

Klarifikasi Kemenpora

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meluruskan kabar SA yang dipulangkan karena diisukan tidak perawan.

Zainudin menjelaskan, pihaknya sudah menghubungi langsung Persani terkait masalah tersebut.

"Kami baru dapat info kehebohan soal berita pemulangan atlet senam SEA Games secara paksa oleh pelatih Persani."

"Kami langsung call Bu Ita dari Persani dan infonya tidak betul ada pemulangan paksa oleh pelatih Persani," ujar Zainudin dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com.

Zainudin mengatakan, alasan pemulangan SA terkait masalah indisipliner.

"Yang benar, kata Pak Indra (pelatih di Jatim), atlet tersebut indisiplin dan kurang fokus dan berdampak prestasi menurun sehingga diputuskan pelatihnya tidak disertakan di SEA Games," jelasnya.

Saat ini, lanjut Menpora, posisi SA telah digantikan atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi, tak lain atlet yang mengikuti pelatnas di Jawa Tengah.

Terkait hal ini, ibunda SA, Ayu Kurniwati mengaku pernah sekali mendapatkan pemberitahuan dari tim pelatih yang menyebutkan, sang anak sudah pacaran dan sering keluar dengan pacarnya itu.

Tim pelatih juga memberitahu, akan ada degradasi.

Bantahan KONI

Hal senada juga disampaikan Ketua Harian KONI Jatim, M Nabil.

Berdasarkan penyelidikan serta laporan yang diterima dari pelatih Timnas, pernyataan, atlet SA dipulangkan karena tidak perawan, sama sekali tidak benar.

Menurut Nabil, pencoretan dilakukan karena SA melakukan tindakan indisipliner.

"Jadi intinya tidak karena status keperawanan. Ini soal kedisiplinan, terutama soal prestasi, karena setiap cabang olahraga ada standarnya masing-masing," ujar Nabil, dikutip dariĀ Surya, Jumat (29/11/2019).

Bahkan, Nabil menegaskan, isu itu sama sekali tidak benar, karena pihaknya sudah membuktikan dengan melakukan tes secara medis.

"Sudah kami buktikan dan hasilnya dia masih perawan," tambahnya.

Hanya saja, dikatakan Nabil, pihaknya belum mengetahui persis mengapa tuduhan itu disampaikan dan dibesar-besarkan di media.

Apalagi substansi dari yang dipersoalkan, sama sekali tak ada hubungannya dengan prestasi atlet.

"Ini kan tidak ada hubungannya dengan prestasi atlet. Misalnya dia (atlet) melakukan kesalahan moral, kemudian terbukti zina, narkoba, pencurian, kami keluarkan," kata Nabil.

Sebaliknya, Nabil sangat menyayangkan atas pernyataan tersebut lantaran menyangkut privasi atlet serta menjadi aib keluarga.

"Ini kasihan atletnya, karena privasinya kebuka. Keluarga juga menjadi sedih. Menurut saya, hal ini tidak harus diumbar, karena akan menjadi aib keluarga," katanya.

(Tribunnews.com/Sri Juliati) (Surya/Khairul Amin/Didik Mashudi)