Kanal

Salahgunakan Kantor, Ulah Luhut Ini Buat Maruf Amin Meradang, Permintaannya ke Jokowi Tak Main-main

WAPRES MERADANG - Presiden Jokowi, Luhut Pandjaitan dan Wapres Maruf Amin - Kolase Tribunnews

TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Presiden Maruf Amin mengkritik penggunaan kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi oleh Menteri Luhut Binsar Pandjaitan untuk urusan partai politik.

Maruf Amin menilai, pertemuan Luhut dengan kader partai Golkar di kantornya kurang tepat.

"Ya sebenarnya kalau untuk kepentingan partai tentu ya tidak boleh menggunakan kantor pemerintah," kata dia di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Perebutan Kursi Ketum Golkar, Bambang Soesatyo Mundur, Bakal Aklamasi ? Adakah Peran Jusuf Kalla ?

Munas Golkar Bakal Diwarnai Ketegangan? Pengamat Soroti 2 Sosok Kandidat Caketum, Begini Analisanya

Inilah 9 Kandidat Caketum yang Bertarung di Munas Golkar, Akbar Tandjung Ungkap Sosok yang Didukung

9 Nama Caketum Siap Bertarung di Munas Golkar, Satu Kandidat ini Siap Pasang Badan untuk Jokowi

Meski demikian, Ketua MUI non aktif ini enggan menegur Luhut dan menyerahkannya kepada Presiden Jokowi.

"Ya nanti presiden saja yang menegur," tuturnya

Maruf Amin juga membantah tudingan adanya campur tangan pemerintah dalam urusan Partai Golkar.

"Ya itu kan pemerintah tidak melakukan intervensi. Jadi kalau masalah partai ya diserahkan kepada partai. Bagaimana mereka menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Pak Luhut itu mungkin sebagai orang Golkar, jadi penyelesaiannya dari internal masing-masing partai politik," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mundur dari bursa calon ketua umum Partai Golkar.

Mundurnya Bamsoet di bursa calon ketua umum Partai Golkar ini setelah ia bertemu dengan sejumlah tokoh politik.

Tokoh-tokoh yang ditemui Bamsoet diantaranya ialah Airlangga Hartarto, Aburizal Bakrie, dan Luhut Binsar Pandjaitan di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews

Kronologi Oknum Brimob Lepas Tembakan Gara-gara Enggan Bayar Karcis Rp5000, Satu Korban Terluka

Berita Populer