Ikan Mati di Sungai Segah, Dinas Perikanan Berau Siap Dampingi Klaim Pemilik Ikan

Dinas Perikanan Berau siap mendampingi klaim dari pemilik keramba ikan yang mati di Sungai Segah.

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim
Kepala dinas Perikanan Kabupaten Berau Tentram Rahayu saat mengunjungi keramba ikan warga yang mati diduga tercemar limbah 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Berau siap mendampingi klaim dari pemilik keramba ikan yang mati di Sungai Segah.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau Tentram Rahayu mengaku, siap mendampingi para pembudidaya ikan yang diduga terdampak limbah perusahaan kelapa sawit.

Hal itu menyusul kembali matinya ratusan ikan warga di keramba Sungai Segah tepatnya di Daerah Bujangga, Kabupten Berau, Kaltim, Minggu (5/1/2020) kemarin.

"Kalau kami siap akan mendampingi sebagai pembina," katanya.

"Kami akan mendampingi nelayan dan pembudidaya dalam proses klaim, seandainya ada pihak yang bertanggung jawab terhadap klaim ini," tuturnya.

Karena itu lanjut Tentram Rahayu kematian ikan di keramba sungai bukan karena penyakit biasa, kematian ratusan ikan ini disebabkan karena perubahan air.

Banyak Ikan Mati di Sungai Segah Berau, Dinas Perikanan Tegaskan Jangan Dikonsumsi Manusia

Terulang Lagi, Banyak Ikan Mati di Sungai Segah Berau, Penambak Beber Warna Air dari Coklat ke Hijau

Oknum Pegawai PDAM di Berau Diringkus Polisi Diduga Cabuli Anak Tiri

Perkosa Anak Tiri, Oknum Pegawai BUMD Berau Terancam Dipecat, Begini Kata Direktur PDAM Tirta Segah

"Sejak bulan November lalu kami tidak pernah lepas memantau sampai sekarang pun tetap kita pantau dan kita catat terus," tuturnya.

Lanjut Tentram Rahayu mengungkapkan, para pelaku usaha keramba barharap tak memanfaatkan kejadian ini hingga menzolimi perusahaan

"Artinya saya juga percaya, ada yang contoh itu kami sudah mengeluarkan himbauan untuk tidak menebar benih ikan,

kemudian ada yang menebar dan mati itu mereka juga tidak laporkan, artinya secara teknis kami sudah melakukan himbauan," pungkasnya.

"Kematian ikan ini memang yang dipelihara sejak bulan november lalu, kejadian kan 9 November dan kita catat terus terakhir pencatatan kematian kan tanggal 25 November,

nah setelah itu kan reda, kematian ikan sedikit itu mereka tidak anggap mati, nah puncaknya itu kan tadi subuh," tuturnya.

Hingga saat ini pihak Dinas Perikanan Kabupaten Berau juga telah mencatat kerugian warga sudah mencapai ratusan juta.

Bupati Sebut Limbah Pemupukan

Sementara itu, Bupati Berau Muharram menyebutkan ratusan ikan warga mati karena luapan limbah pemupukan perusahaan sawit.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved