2 Hal Ini Bikin Gubernur Anies Baswedan akan Dipanggil Istana Negara, Ada Faktor Balapan Formula E

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pernyataannya terkait banjir yang landa Jakarta di awal tahun

Setya Utomo menyatakan Anies Baswedan bakal diminta menjelaskan mengenai dua hal.

"Nanti bisa berkembang ketika ada rapat berikutnya dan kemudian Pak Gubernur diminta untuk menjelaskan dan mengembangkan," kata dia.

"Pak Gubernur akan diminta untuk melakukan dua hal, meRevitalisasi dan juga rencana penyelenggaran dan penataan kawasan untuk Formula E."

Terkait pro dan kontra Revitalisasi Monas, Setya Utomo berharap kebijakan yang diambil tak akan merugikan masyarakat Jakarta.

"Tapi pada prinsipnya kami menginginkan ada penyelesaian yang terbaik, jangan sampai masyarakat dirugikan," tutupnya.

Kebohongan soal Revitalisasi Monas

Sempat jadi sorotan karena banjir, kini Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali tuai kritikan setelah adanya rencana Revitalisasi Monas.

Meskipun dihentikan sementara, kebijakan Anies Baswedan yang ingin meRevitalisasi Monas itu terus menuai kritikan.

Satu di antaranya dari Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Gembong Warsono.

Pada kesempatan itu, Gembong Warsono mengkritik keras keinginan Anies Baswedan meRevitalisasi Monas.

Ia bahkan mengimbau Anies Baswedan untuk tak terus melakukan kebohongan publik.

Menurut Gembong, ada dua kesalahan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Ya yang pertama soal izinnya, yang kedua soal nebangin pohon itu," ucap Gembong.

Lantas, ia pun menyinggung pernyataan Anies Baswedan soal cara menanggulangi banjir.

Gembong menilai, Revitalisasi Monas tak sesuai dengan pernyataan Anies Baswedan tersebut.

"Pak Anies kan selalu menyampaikan air yang yang turun dari atas itu kita tangkap lalu dimasukkan ke dalam perut bumi," ujar Gembong.

"Yang suruh nangkep siapa kalau pohonnya enggak ada?"

Terkait hal itu, ia pun mengimbau Anies Baswedan untuk tak terus membohongi rakyat Jakarta.

Menurutnya, tak masuk akal jika Revitalisasi Monas dilakukan dengan memindahkan pohon-pohon besar di sana.

• Demi Hutan, Gubernur Siap Stop Pembangunan Ibu Kota Negara, Ada 94 Lubang Tambang di Ibu Kota Baru

• Gubernur Isran Noor Ancam Stop Proyek Ratusan Triliun Presiden Jokowi di Kalimantan Timur, Ada Apa?

• Presiden Jokowi Kebal, Warga Ditilang, 2 Mahasiswa Gugat Aturan Nyalakan Lampu Motor Siang Hari

• Temani Ahok saat Dinner, Begini Penampilan Puput Nastiti Devi, Lihat Sandal Tepleknya yang Disorot

"Enggak, jangan bohongi rakyat to, rakyat Jakarta itu sudah cerdas-cerdas kok," ucapnya.

"Anda bisa bayangkan memindahkan pohon sebesar itu di tempat lain memungkinkan enggak?"

Selain itu, Gembong juga menilai tak mungkin jika pohon besar di sekitar Monas bisa dipindah ke daerah lain.

"Saya ini orang kampung yang tahu pohon, pohon itu pakai akar tunggang," bebernya.

"Enggak mungkin bisa dipindahkan pohon sebesar itu." (*)

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: TribunWow.com

Berita Populer