Isran Noor Berani Ancam Proyek Ibu Kota Baru jika Hutan Rusak, Inilah Profil Gubernur Kaltim

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor saat diwawancarai eksklusif oleh tim TribunKaltim.co di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Rabu (28/8/2019).

Namun, kekhawatiran itu dibantah pemerintah, karena konsep pembangunan ibu kota negara menggunakan hutan kota (forest city).

Sejumlah pihak khawatir mega proyek ibu kota negara ini akan merusak lingkungan.

Namun, kekhawatiran itu dibantah pemerintah, karena konsep pembangunan ibu kota negara menggunakan hutan kota (forest city).

Dari Wakil Bupati hingga Gubernur

Dikutip dari Wikipedia, Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si. (lahir di Sangkulirang, Kutai Timur, Kalimantan Timur, 20 September 1957 tahun) adalah Gubernur Kalimantan Timur yang menjabat sejak 1 Oktober 2018.

Ia pernah menjabat sebagai Bupati Kutai Timur periode 2009 - 2015.

Ia juga pernah menjabat sebagai ketua umum APKASI.

Ia pernah mengikuti konvensi calon presiden yang diadakan Partai Demokrat namun tidak lolos.

Isran Noor yang berdarah Kutai dan Bugis ini mulai menjabat sebagai bupati Kutim pada tanggal 4 Februari 2009 menggantikan Awang Faroek Ishak yang terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Timur periode 2008–2013.

Sebelumnya, Isran Noor merupakan wakil bupati Kutai Timur bersama dengan Awang Faroek setelah memenangkan Pilkada Kutai Timur pada Desember 2005 dan dilantik sebagai pasangan terpilih bupati dan wakil bupati Kutai Timur pada tanggal 13 Februari 2006.

Pada Pilkada Kutim untuk masa jabatan 2011-2016, Isran mendaftar menjadi kandidat calon bupati Kutai Timur, berpasangan dengan calon wakil bupati Ardiansyah.

Pilkada Kutim dilaksanakan pada tanggal 27 November 2010. Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara yang digelar KPUD Kutim, Isran-Ardiansyah mendapatkan dukungan lebih dari separuh pemilih, yaitu sebanyak 51,10 persen.

Pada 30 Maret 2015, Isran resmi berhenti sebagai bupati.

Sejak tanggal 23 Juni 2015 Isran Noor menjadi Plt. Ketua Umum PKPI setelah Sutiyoso mengundurkan diri perihal pencalonannya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara.

Halaman
1234