Viral di Medsos

Video Viral Pemotor Tak Jatuh & Cuek Usai Berkali-kali Ditendang Polisi, Ada Fakta Lain di Baliknya

POLISI TENDANG PEMOTOR - Tangkapan layar dari sebuah video viral yang memperlihatkan seorang anggota polisi menendang pemotor di Aceh Jaya.

• Tagihan Restoran di Samosir Rp 1,6 Juta Jadi viral di Facebook, Penjelasan dari Pemilik Rumah Makan

• Soal viral video Perkelahian Siswi SMPN PPU, Plt Kadisdikpora PPU akan Panggil Kepala Sekolah

Kemudian membawa kabur sejumlah emas sebanyak 10 kilogram dan beberapa perhiasan lain senilai Rp 10 miliar dari beberapa TKP, termasuk di Jawa Timur," ujar Budi dalam Konferensi Pers, Senin (30/12) di halaman depan gedung Ditreskrimum Mapolda Jateng sore.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menambahkan, ke enam pelaku mempunyai peran masing-masing dari desainer peta, eksekutor, penyiap sarana dan prasarana, pembuang barang bukti, hingga penjual hasil rampasan.

Mereka juga mendapatkan imbalan yang berbeda sesuai tugas masing-masing. Imbalan terbanyak didapatkan oleh Ji Lincung senilai Rp 300 juta yang kemudian dibelikan sebuah mobil.

"Kita lakukan tindakan tegas yang terukur terhadap tersangka dengan menembak kakinya karena melawan dan berusaha kabur. Polda jateng tidak main-main dalam hal ini," terang Iskandar.

Lebih lanjut, Polda Jateng mengimbau bagi siapapun yang memiliki usaha baik emas maupun usaha lain untuk segera meningkatkan kewasapadaan seperti menambah kunci pengaman, membuat etalase yang sulit dijangkau pencuri.

"Sementara yang belum terungkap ada 5 TKP di Polda lain. Si Roni yang gambar selama 1 minggu, kreator aksi sudah ketangkap tinggal penjual hasil rampasan.

Kabarnya dijual di sekitar Bekasi dan Jakarta Utara. Hasil kejahatan dibelikan mobil dan sertifikat tanah dan dinikmati keseharian. Perhiasan sudah terjual Rp 800 jutaan," lanjut Kabid Humas.

Atas kejahatannya, pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan (Curas) dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 (Sembilan) tahun dan atau hukuman penjara selama-lamanya 12 (dua belas) tahun.

POLISI TENDANG PEMOTOR - Perampokan Toko Emas Gubuk (instagram)

Sebelumnya diberitakan perampokan toko emas Wisma di Pasar Tlogomulyo, Dusun Pengkol Jati, Desa Tlogomulyo, menggemparkan warga Kecamatan Gubug, Grobogan, Minggu (15/9/2019).

Kejahatan ini terjadi pukul 11.04 WIB, saat situasi pasar sepi.

Toko emas tersebut milik Rusmini, warga Desa Bandarharjo, Kecamatan Gubug.

Saat kejadian, pemilik toko sedang berada di rumah.

Pelaku yang berjumlah empat orang berkendara dua sepeda motor itu membawa kabur perhiasan emas 10 kilogram.

Tiga pelaku di antaranya masuk ke dalam toko melancarkan aksi.

Ada yang membawa senjata api laras pendek.

Tidak diketahui pistol asli atau sekadar replika untuk menakut-nakuti korban.

Satu lagi berjaga-jaga di atas sepeda motor.

Di dalam toko, hanya ada tiga karyawan yang bersiap melayani pembeli.

Mereka adalah Triswanto, Ita, dan Siti.

Ketika para perampok itu masuk, Siti yang duduk di depan etalase langsung lari ke luar berteriak-teriak meminta tolong.

Triswanto dan Ita di balik etalase tak berkutik lantaran seorang garong menodongkan pistol.

"Waktu itu kami baru selesai melayani pembeli.

Berselang lima menit kemudian perampok datang.

Tiga masuk ke dalam.

Dua di antaranya langsung meloncati etalase, satunya di depan etalase menodongkan pistol.

Ada satu lagi di parkiran, duduk di atas motor," terang Triswanto (35) kepada Tribunjateng.com, Senin (16/9/2019).

Tris hanya bisa tertegun menyaksikan aksi dua pelaku yang mengambil seluruh perhiasan di dalam etalase.

Mereka juga menggeledah isi lemari dan segera memasukkannya ke dalam tas.

Masing-masing membawa tas ransel dan tas selempang yang dikenakan di dada.

Perhiasan yang diambil berupa cincin, kalung, gelang dan liontin.

Seorang pelaku terus menodongkan pistol kepada Tri dan Ita.

Dia sedikit pun tak mengalihkan perhatian, bahkan tak memedulikan Siti yang lari keluar.

"Jadi kami ditodong pistol dan disuruh jongkok.

Mbak Ita sempat disandera, kalau Mbak Siti lari ke luar toko untuk minta tolong," lanjutnya.

Seolah tidak cukup memakai helm berkaca gelap, para pelaku ini menggunakan penutup wajah.

Sejak turun dari motor, mereka sama sekali tidak membuka helm.

Seluruhnya juga memakai sarung tangan.

"Pas saya lihat mereka parkir, perasaan saya sudah tidak enak.

Saya berpikir sepertinya ini tidak aman karena mereka tidak buka helm.

Kalau pembeli pasti buka helm," jelas Tris.

Kondisi Pasar Tlogomulyo menjelang zuhur itu sepi karena bukan hari pasaran.

Namun, toko emas dengan sejumlah toko lain tetap buka pada hari Minggu menunggu rezeki yang datang.

Seorang warga bernama Hadi yang mengetahui peristiwa ini sudah berniat menolong.

Dia langsung tanggap ketika mendengar Siti meminta tolong.

Ternyata saat dia mendekat, pelaku yang duduk di motor langsung mengacungkan pistol ke arahnya.

Hadi pun mundur, mengurungkan niat.

"Saya sedang jaga konter.

Terus saya lihat seorang karyawan toko emas berlari sambil teriak ada rampok.

Saya langsung keluar dari konter, melangkah ke bengkel di depan untuk ngambil palu," jelasnya.

"Pas mendekat, pelaku di motor menodongkan pistol ke arah saya.

Akhirnya saya mundur," ucap Hadi.

Seusai menggasak perhiasan, bandit-bandit ini langsung tancap gas ke arah Kecamatan Guntur, Demak.

Sepeda motor mereka melaju kencang meninggalkan Pasar Tlogomulyo.

Tris dan Ita segera berlari keluar.

Kemudian mereka langsung menghubungi pemilik toko dan kepolisian.

"Hape saya dibanting oleh seorang pelaku. Rusak, LCD-nya sampai retak tidak bisa dipakai lagi.

Punya Mba Ita juga dibanting tapi masih bisa dipakai, tidak rusak," tutur Tris.

Polisi pun segera datang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Bukan hanya dari Polsek Gubug melainkan juga dari Polres Grobogan dan Polda Jateng.

Penyelidikan di lokasi berlangsung hingga malam hari.

Petugas meminta keterangan sejumlah saksi dan mengambil rekaman kamera CCTV milik toko.

Kerugian yang diderita pemilik toko amat besar, diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.

Sebuah sumber di kepolisian menyatakan, Densus 88 juga ikut terjun membantu mengungkap kasus ini.

"Petugas sudah ke TKP untuk melalukan penyelidikan.

Kemudian mencari CCTV di sepanjang jalur pelarian perampok.

Masalahnya para pelaku memakai penutup wajah," jelasnya.

Apakah ada kemungkinan teroris atau kelompok radikal yang melakukan perampokan?

Seorang petugas lain menerangkan semua kemungkinan sedang diselidiki.

Senin siang, toko emas yang menempati kios berukuran 3 x 4 meter itu tertutup rapat.

Tidak ada aktivitas sama sekali di toko bercat biru tersebut.

Sesuai rekaman CCTV, tidak ada teralis besi di atas etalase di toko ini sebagaimana toko emas pada umumnya.

Dua penjahat pun langsung meloncati etalase yang memudahkan mereka melancarkan aksi.

"Masih belum buka (tokonya), semalam memang ramai.

Setelah itu tidak ada aktivitas lagi," ucap Hadi.

• Calon Pengantin Ini Gelar Audisi Hubungan Badan Bertiga, Diumumkan Via FB, Cuma Bayar Uang Transport

• viral Pengantin Pria Ngamuk di Pesta Pernikahan, Naik Pitam karena Sang Ayah Permalukan Calon Istri

• Ingat Pernikahannya Dulu, Nikita Mirzani Akui Rezekinya Seret Kalau Ada Suami Hingga Betah Sendiri

• viral Keraton Agung Sejagat Sanggup Kantongi Rp 1 Miliar, Terungkap Modus Licik Toto Santoso

(Kompas.com, Tribunnews.com)

Berita Populer