Lontarkan Pendapat Pribadi Sebelum Ratas, Gus Nadir Kritik Sikap Jokowi Soal Pemulangan WNI eks ISIS

Penulis: Doan Pardede
Editor: Samir Paturusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEMULANGAN EKS ISIS - Presiden Jokowi meninjau lokasi IKN di Menara Soedarmono, didalam konsesi HTI PT ITCI Hutani Manunggal (IHM), Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Pasar Utara (PPU), Selasa (17/12/2019) sore.

Menurutnya, WNI yang sudah bergabung dengan ISIS tidak perlu dipulangkan karena berbahaya.

"Kalau Mahfud, tidak usah dipulangkan karena berbahaya bagi negara," ujarnya dilansir YouTube Tribunnews.com, Kamis.

Mahfud mengatakan paspor para WNI yang menjadi anggota ISIS ini bisa dicabut, sehingga mereka tidak memiliki status kewarganegaraan.

"Secara hukum bisa saja paspornya dicabut karena ia pergi secara ilegal kesana, kan bisa saja. Kita tidak tahu apakah mereka punya paspor asli atau palsu."

"Seumpama asli kalau pergi secara seperti itu tanpa ijin yang jelas dari negara ya mungkin paspornya bisa dicabut. Artinya dia tidak punya status kewarganegaraan," ungkapnya.

Ia menambahkan, banyak negara belum memulangkan warganya yang bergabung menjadi anggota ISIS.

"Dan dari banyak negara yang punya FTF belum ada yang satupun menyatakan akan memulangkan. Ada yang selektif."

"Tapi pada umumnya tidak ada yang mau memulangkan teroris," imbuhnya.

Ada yang berstatus tahanan

Kepolisian RI menyampaikan, 47 dari 600 WNI eks ISIS yang rencananya dipulangkan ke Indonesia berstatus tahanan.

"Kalau distatuskan hari ini mereka di sana 47 orang sebagai tahanan, kemudian selebihnya refugees," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020).

Ia menilai, nantinya proses verifikasi dan profiling menjadi penting untuk mengetahui latar belakang mereka.

Selain memverifikasi 600 WNI yang rencananya dipulangkan, Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan pemerintah tempat mereka berada, seperti di Suriah, Irak, dan Iran.

"Informasinya kan 600 orang, tentunya salah satu langkahnya diverifikasi dan profiling dulu, benar tidak orang itu WNI. Kita harus jelas dulu track record-nya. Jadi masih ada proses itu untuk memastikan, sambil kita melihat sikap pemerintah dari sana," ujar dia.

• Baghdadi Tewas, Ini Pemimpin Baru ISIS yang Berjuluk Profesor, AS Tawarkan Rp 68 M untuk Kepalanya!

• Anak Buah Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Berhianat, Lokasi Persembunyian Dibocorkan

• Kronologi Tewasnya Pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, Donald Trump Tonton Langsung Penyerbuan

• Mengenal Sosok NAS, Terduga Teroris Pendukung ISIS Menikahkan Pelaku Penusukan Menkopolhukam Wiranto

(Tribunnews.com/Kompas.com)