Ibu Kota Baru

TRIBUN TRAVEL Pacifica Lokasi Kuliner Nusantara di Penyangga Ibu Kota Baru, Memori Tempo Doeloe

Editor: Budi Susilo
Balikpapan Trade Center ( BTC ) Plaza Balikpapan yang berada di dalam kawasan Borneo Bay City, 7 Februari telah meresmikan beroperasinya kembali salah satu kawasan kuliner legendaris di Balikpapan. Yaitu foodcourt Pacifica Tempo Doeloe.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Balikpapan Trade Center ( BTC ) yang berada di dalam kawasan Borneo Bay City, 7 Februari telah meresmikan beroperasinya kembali salah satu kawasan kuliner legendaris di Balikpapan.

Yaitu foodcourt Pacifica Tempo Doeloe.

Memiliki luas sebesar 1582,5 m2 di area lantai 3 BTC, Foodcourt Pacifica Tempo Doeloe menghadirkan lebih dari 100 aneka kuliner Nusantara dan Asia dengan harga yang terjangkau.

Dalam kesempatannya, Paul Christian, CEO Borneo Bay City menjelaskan.

Pembukaan kembali Foodcourt Pacifica Tempo Doeloe merupakan upaya perusahaan untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur.

Terhadap destinasi wisata kuliner yang ikonik.

Baca Juga:

• Sesumbar Gubernur Kaltim Isran Noor Bakal Stop Pembangunan Ibu Kota Negara Jika Ini yang Terjadi

• Gubernur Isran Noor Stop Proyek IKN Jika Rusak Hutan, Luas Ibu Kota Baru Vs Perkebunan Sawit Kaltim

• Isran Noor Berani Ancam Proyek Ibu Kota Baru jika Hutan Rusak, Inilah Profil Gubernur Kaltim

• Kalimantan Timur jadi Ibu Kota Negara, Permintaan Properti Ternyata Belum Signifikan

Apalagi Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga bagi Ibu Kota Negara baru yang rencananya di bangun di daerah Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

 "Kami gembira dan bersyukur dapat mengoperasikan kembali Foodcourt Pacifica Tempo Doeloe yang sudah sangat legendaris di Balikpapan. Dengan lokasi yang strategis dan aneka kuliner pilihan, kami berharap Foodcourt Pacifica Tempo Doeloe dapat menjadi ikon kuliner terbaru di kota ini," jelas Paul Christian Jumat, (7/2/2020) di Balikpapan Trade Centre.

Kehadiran Foodcourt Pacifica Tempo Doeloe diharapkan dapat mengembalikan kenangan indah masyarakat Balikpapan.

Halaman
1234