Klinik Aborsi Ilegal Beromzet Rp 5,5 M Digerebek, Layani 1.632 Pasien dan Buang Janin di Septic Tank

Klinik aborsi ilegal beromzet Rp 5,5 M digerebek polisi, pasien capai 1.632 orang dan buang janin di Septic Tank. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Merdeka Sirait dan Kepala bidang pelayanan kesehatan Dinkes DKI, Wening (paling kanan), saat konferensi pers, Jumat (14/2/2020).

Kendati begitu, WS mengaku tidak pernah curiga atas aktivitas di dalam rumah tersebut.

DP3AKB Balikapapan Tidak akan Memberi Bantuan Hukum pada Remaja Terlibat Aborsi

Cegah Aborsi Gara-gara Pergaulan Bebas, Ini Tips dari Psikolog Balikpapan

"Tidak penasaran, karena biasa saja rumahnya sepi dan tamu yang datang juga tidak mencurigakan," jelas WS.

Berdasarkan keterangan warga Paseban RW 07, SR (44), klinik yang digerebek polisi itu dulunya bernama Klinik Bunda Ciara.

Dulu, terpasang papan identitas di depan Klinik.

Namun, kini papan tersebut sudah tidak ada.

"Kalau itu, memang dulunya kan Klinik Bunda Ciara, ada plangnya. Tapi, sekarang orang banyak tidak tahu karena sudah tidak ada plangnya," ujar SR, di lokasi yang sama.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap klinik aborsi ilegal di daerah Paseban pada 11 Februari 2020.

Sebanyak tiga tersangka ditangkap, yakni MM alias Dokter A, RM, dan SI.

Dokter A alias MM merupakan dokter lulusan universitas di Sumatera Utara.

Dia merupakan dokter yang belum memiliki spesialis bidang.

Halaman
1234

Berita Populer