Klinik Aborsi Ilegal Beromzet Rp 5,5 M Digerebek, Layani 1.632 Pasien dan Buang Janin di Septic Tank

Klinik aborsi ilegal beromzet Rp 5,5 M digerebek polisi, pasien capai 1.632 orang dan buang janin di Septic Tank. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Merdeka Sirait dan Kepala bidang pelayanan kesehatan Dinkes DKI, Wening (paling kanan), saat konferensi pers, Jumat (14/2/2020).

MM berperan sebagai orang yang membantu para pasien untuk menggugurkan janinnya.

Tersangka lainnya RM. Dia berprofesi sebagai bidan dan berperan mempromosikan praktik Klinik aborsi itu.

Ini Kronologi Pengungkapan Kasus Aborsi di Balikpapan, Satu Pasien Berhasil Digagalkan

Pemasok Obat Jasa Aborsi Balikpapan Mantan Pegawai Farmasi, Polisi Lidik Keterlibatan Apotek

Sedangkan, tersangka SI merupakan karyawan Klinik aborsi ilegal itu.

Dia juga residivis kasus praktik aborsi ilegal.

Selama 21 bulan beroperasi, para tersangka mengaku mendapat keuntungan Rp 5,5 miliar lebih.

Dokter yang membuka praktik aborsi ilegal itu mematok harga berbeda pada setiap pasiennya.

Tersangka mematok harga Rp 1 juta untuk menggugurkan janin usia sebulan.

Bahkan, tersangka mematok harga Rp 4-15 juta untuk menggugurkan janin berusia di atas 4 bulan.

Informasi keberadaan klinik aborsi itu disebar melalui website secara online.

Janin yang menjadi korban praktik aborsi Klinik Paseban biasa dibuang ke septic tank.

Halaman
1234

Berita Populer