Kanal

Mabes TNI Sambangi Penajam Lokasi Ibu Kota Baru, Mendalami Sisi Pertahanan Ibu Kota Negara Indonesia

Hamparan lahan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim ini bisa jadi akan dibangun Istana Negara, tapi bisa jadi untuk kebun bibit yang akan berisi jutaan bibit untuk menjaga kelestarian hutan di sekitar ibu kota baru.

 Perlu diketahui, Penajam Paser Utara merupakan wilayah atau kawasan yang menjadi lokasi ibu kota baru Negara Indonesia.

Belum lama ini Presiden Jokowi umumkan pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

Tepatnya berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Jajaran Markas Besar Tentara Nasional Indonesia ( Mabes TNI ), Pusat Pengkajian Strategi melakukan kunjungan ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Rombongan diterima langsung oleh Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Hamdam di ruang kerjanya, Jumat, (14/2/2020) siang.

Dalam kesempatan ini Hamdam juga didampingi Anggota DPRD Penajam Paser Utara, Sariman, Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar dan sejumlah Kepala SKPD di Penajam Paser Utara.

Rombongan jajaran Mabes TNI ini masing-masing terdiri dari Kolonel Laut Weddy Widya, Kolonel Inf. ES Airlangga, Letkol Laut Miknamara dan Letkol ADM Ali Sukri.

Kunjungan Jajaran Mabes TNI ini dalam rangka untuk menghimpun data dan penyempurnaan penyusunan kajian strategis tentang penyiapan postur TNI di Kalimantan Timur.

Rombongan juga melakukan kunjungan ke lapangan lokasi Ibu Kota Negara di wilayah Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara pada sore harinya.

Baca Juga:

 Sesumbar Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor Bakal Stop Pembangunan Ibu Kota Negara Jika Ini yang Terjadi

 Gubernur Isran Noor Stop Proyek IKN Jika Rusak Hutan, Luas Ibu Kota Baru Vs Perkebunan Sawit Kalimantan Timur

 Isran Noor Berani Ancam Proyek Ibu Kota Baru jika Hutan Rusak, Inilah Profil Gubernur Kalimantan Timur

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim

Video Detik-detik Kades di Sulsel Dikeroyok dan Dihajar Warga, Polisi: Karena Dilarang Salat

Berita Populer