Curhat di Mata Najwa, Wishnutama dan Nadiem Makarim Mengaku Dapat Tekanan Saat Jabat Menteri Jokowi

MENTERI MAIN DRAMA - Untuk menyemarakkan Hari Antikorupsi Sedunia, sejumlah menteri memainkan sebuah drama. Menteri BUMN Erick Thohir yang memainkan peran sebagai penjual bakso, sedangkan Wishnutama dan Nadiem Makarim jadi siswa SMA.

TRIBUNKALTIM.CO - Curhat di Mata Najwa, Wishnutama dan Nadiem Makarim mengaku dapat tekanan saat jabat Menteri Jokowi.

Nadiem Makarim dan Wishnutama merupakan orang baru dijajaran politik dan pemerintahan Indonesia.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memercayakan keduanya dengan jabatan Menteri.

Nadiem Makarim menjadi Mendikbud, sedangkan Wishnutama jadi Menteri Pariwisata.

Dua menteri Kabinet Indonesia Maju yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ( Menparekraf) Wishnutama membagikan pengalamannya berada dalam pemerintahan.

Nadiem dan Wishnutama kompak mengatakan sempat merasa kaget pada awal kariernya menjadi menteri kabinet Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Lawan Persebaya di Tengah Teror Bonek, Riko Simanjuntak Yakin Persija Jakarta Tak Pernah Sendirian

• Di Era Jokowi, Muncul Wacana Si Kaya Harus Nikahi yang Miskin, Menteri Agama Diminta Buat Fatwanya

• Live Final Piala Gubernur Jatim Persebaya vs Persija, Bonek Bersorak di Stadion, Jakmania Gigit Jari

• Kenang Soekarno, Megawati Sewot Anies Baswedan Gelar Formula E di Monas: Kenapa Nggak di Tempat Lain

Pernyataan ini mereka sampaikan dalam program Mata Najwa yang diunggah YouTube Najwa Shihab, Kamis (20/2/2020).

Sebelumnya Wishnutama mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi menteri seperti sekarang.

"Enggak pernah ngebayangin sebelumnya, tetapi pas ditunjuk ya jalani aja," ungkap Wishnutama.

"Tapi memang ada kaget-kagetnya juga si," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wishnutama mengaku tekanan memang selalu ada, namun kalau dijalani dengan sebaik mungkin maka segala sesuatunya akan dapat dilewati.

"Positifnya (menjadi menteri) kita bisa berbuat banyak untuk orang lain," kata Wishnutama.

"Tetapi yang agak, kita musti belajar birokrasinya," imbuhnya.

"Namun intinya pada saat kita berusaha sebaik mungkin dengan tujuan yang sebaik mungkin, rasanya itu bisa dilewati," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wishnutama juga menyinggung terkait virus corona yang saat ini tengah mewabah di berbagai negara.

Diketahui pariwisata menjadi sektor paling terdampak dengan adanya virus tersebut.

Kendati demikian Wishnutama mengaku keberadaan virus corona juga memberikan dampak positif dalam Kabinet Indonesia Maju.

"Meski virus corona memberikan dampak negatif untuk sektor pariwisata, tapi bisa kita ambil positifnya dimana kabinet terasa kompak sekali," jelasnya.

Tidak hanya Wishnutama, Mendikbud Nadiem Makarim membagikan pengalamannya sebagai orang muda yang berada dalam pemerintahan Jokowi - Maruf Amin.

• Lawan Persebaya di Tengah Teror Bonek, Riko Simanjuntak Yakin Persija Jakarta Tak Pernah Sendirian

• Di Era Jokowi, Muncul Wacana Si Kaya Harus Nikahi yang Miskin, Menteri Agama Diminta Buat Fatwanya

• Live Final Piala Gubernur Jatim Persebaya vs Persija, Bonek Bersorak di Stadion, Jakmania Gigit Jari

• Kenang Soekarno, Megawati Sewot Anies Baswedan Gelar Formula E di Monas: Kenapa Nggak di Tempat Lain

Nadiem Makarim menuturkan sempat syok di awal kariernya menjadi menteri.

Mengingat hal apapun yang terkait dengan dirinya dapat dipolitisasi.

"Waktu itu syok, bahwa apapun yang kita lakukan bisa diplintir ke sesuatu hal yang bukan dimaksudkan," jelas Nadiem Makarim.

"Dan emang itu yang bikin semarak di berbagai media," ujarnya.

Namun seiring berjalannya waktu Nadiem Makarim dapat lebih santai menghadapi itu semua.

"Tapi ya lama-lama karena sudah beberapa kali terjadi, kita juga lebih kalem saja sekarang," imbuhnya.

"Itu adalah bagian normal menjadi figur menteri gitu," tegasnya.

Mendikbud RI ini juga percaya bahwa setiap tekanan atau masalah yang terjadi pasti akan selalu ada cara untuk menghadapinya.

"Awalnya lumayan stres sih, sekarang meditasi lebih sering untuk menenangkan hati," kata Nadiem Makarim.

"Enggak apa-apa kita sakit-sakitan, karena dampak yang dapat dapat dilakukan di dalam dunia pendidikan itu adalah 10 hingga 20 tahun kedepan," tegasnya.

Sontak pernyataan Nadiem Makarim mendapatkan tepuk tangan dari para penonton yang hadir dalam acara Mata Najwa malam itu.

Dalam kesempatan itu Nadiem Makarim juga memberikan tanggapannya soal inovasi baru pembayaran uang sekolah menggunakan GoPay kini tengah ramai diperbincangkan.

Diketahui sebelum menjabat sebagai Mendikbud, Nadiem Makarim merupakan CEO Go-Jek sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring yang beroperasi di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara.

Menurut Nadiem Makarim, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) tidak mengurusi terkait metode pembayaran SPP untuk sekolah swasta.

• Lawan Persebaya di Tengah Teror Bonek, Riko Simanjuntak Yakin Persija Jakarta Tak Pernah Sendirian

• Di Era Jokowi, Muncul Wacana Si Kaya Harus Nikahi yang Miskin, Menteri Agama Diminta Buat Fatwanya

• Live Final Piala Gubernur Jatim Persebaya vs Persija, Bonek Bersorak di Stadion, Jakmania Gigit Jari

• Kenang Soekarno, Megawati Sewot Anies Baswedan Gelar Formula E di Monas: Kenapa Nggak di Tempat Lain

"Itu kan enggak ada urusannya sama sekali dengan Kemendikbud," jelasnya.

"Sekolah-sekolah kayak swasta kan menerima apa pun cara pembayaran, dia mau pilih bank apa," imbuhnya.

"Dia mau ke metode pemilihan pembayaran apa itu bukan urusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," tegasnya.

 (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nadiem Makarim dan Wishnutama Berbagi Pengalaman Jadi Menteri: Awalnya Sempat Kaget, https://www.tribunnews.com/nasional/2020/02/20/nadiem-makarim-dan-wishnutama-berbagi-pengalaman-jadi-menteri-awalnya-sempat-kaget?page=all.

Berita Populer