Kanal

Kenang Soekarno, Megawati Sewot Anies Baswedan Gelar Formula E di Monas: Kenapa Nggak di Tempat Lain

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Sekretaris Komisi B Pandapotan Sinaga, Anggota Komisi D Pantas Nainggolan saat melakukan inspeksi ke lokasi revitalisasi Monas, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020)

"Dulu ketika Bung Karno dilengserkan, Bung Karno itu cari uang sendiri.

Beliau bilang, saya masih ingat, karena saya dengar," kata dia.

Adapun Monas merupakan proyek kebanggaan sang proklamator, Soekarno.

Pembangunannya dicanangkan pada tahun 1961, sedangkan proses penyelesaiannya dilakukan di tengah situasi peralihan politik menuju Orde Baru.

Diberitakan Harian Kompas, 17 April 2019, pembangunan Monas dianggap jadi cerminan semangat gotong royong warga dari beragam suku, ras, dan agama.

Selain dari anggaran pemerintah, biaya pembangunan Monas diperoleh dari iuran masyarakat Nusantara, salah satunya, sumbangan wajib pengusaha bioskop dari seluruh pelosok Tanah Air.

Sepanjang November 1961-Januari 1962, tercatat 15 bioskop menyumbang Rp 49.193.200,01.

Bioskop Parepare, Sulawesi Selatan, misalnya, menyumbang Rp 7.700,60.
Kemudian bioskop Watampone, Sulawesi Selatan, Rp 1.364,20; dan bioskop Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rp 884.528,85.

Emas di puncak Monas merupakan sumbangan pengusaha Aceh, Teuku Markam.

Pada 1972, total biaya pembangunan tugu Monas Rp 358.328.107,57.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com

Berita Populer