Sungai Segah di Berau Kembali Berubah Warna, Begini Penjelasan Bupati Muharram
Dua hari belakangan, Sungai Segah Kabupaten Berau, Kaltim kembali berubah warna kehijauan dan bening.
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dua hari belakangan, Sungai Segah Kabupaten Berau, Kaltim kembali berubah warna kehijauan dan bening.
Kondisi ini cukup membuat warga bertanya-tanya, pasalnya Sungai Segah berubah warna bukan cuma sekali.
Terakhir terjadi awal Januari 2020.
Sejumlah peneliti diterjunkan untuk mencari lebih jauh penyebab Sungai Segah berubah warna, bahkan DLHK Kabupaten Berau pun telah melakukan rilis hasil lab perubahan warna Sungai Segah itu.
BACA JUGA
Bupati Penajam Kunjungi Desa Bukit Subur dan Riko, AGM: Ini Genangan Air, Belum Bisa Dibilang Banjir
BREAKING NEWS Pengusaha Negeri Sabah Malaysia Sambangi Balikpapan, Cari Peluang Investasi di IKN
Tak Dikirimi Pulsa Pemuda Asal Tarakan Ini Sebar Video Tak Sopan Pacar Sendiri
Pemerintah Desak Posyantek Lahirkan Inovasi Teknologi Tepat Guna di Bontang Kalimantan Timur
Menanggapi hal itu, Bupati Berau H Muharram menegaskan selama pihak perusahaan tak mengindahkan pengelolaan limbah maka, selama itu air sungai akan berubah sewaktu-waktu.
"Selama memang belum dibuatkan sistem pengolahan limbah sebagaimana yang dianjurkan oleh kabupaten dan juga dari pihak tim ahli akan berulan dan berulang selama hujan deras," kata Muharram.
"Intinya drainase yang dibangun perkebunana disitu ada pemupukan ada tanah yang asam dan seharusnya sebelum dibuang kelaut harus ada pengelolaan limbah, yang dikelola secara baik dan profesional," tuturnya.
Menurut, Bupati Berau itu Sungai Segah selama ini berubah warna karena pengelolaan limbah yang kurang maksimal.
"Yang terjadi selama ini, karena tidak ada pengelolaan limbah, dan watergetnya tidak berfungsi dengan baik dan jika hujan deras akan meluap," tuturnya.
BACA JUGA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bupati-berau-h-muharram-20022020.jpg)