Kanal

Jatuh Korban ke-37 di Bekas Lubang Tambang, Jatam Kaltim Sampaikan 10 Tuntutan

Bayu Setiawan, 21 tahun, korban meninggal diduga di bekas kolam tambang, di Mugirejo, Sungai Pinang, Samarinda.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jaringan Advokasi Tambang ( Jatam ) Kaltim mendesak Presiden Jokowi, Gubernur Isran Noor, Komnas HAM, serta Polda Kaltim untuk melakukan langkah-langkah tegas dengan keberadaan bekas lubang tambang yang telah menelan 37 korban jiwa.

"Mencabut IUP PT.Cahaya Energi Mandiri yang telah melakukan pembiaran serta abai terhadap kewajibannya sebagai pemegang izin.

Seharusnya PT.CEM selaku pemegang IUP memprioritaskan keselamatan masyarakat sekitar," kata Dinamisator Jatam Kaltim, Pradharma Rupang, Sabtu (22/2/2020).

Kedua, Jatam menuntut agar PT.CEM dipidanakan akibat kelalaiannya mengakibatkan hilangnya nyawa manusia serta tidak dilaksanakannya kewajiban pemulihan lingkungan baik reklamasi dan penutupan lubang tambang seperti yang di atur oleh UU No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dan PP No.78 tahun 2010 tentang Reklamasi dan pasca tambang.

"Ketiga, mendesak kepada aparat penegak hukum untuk lebih transparan kepada publik dan memberikan pemberitahuan perkembangan penyelidikan dan penyidikan kasus lubang tambang kepada keluarga korban," lanjut Rupang.

Keempat menghentikan pemberian perpanjangan izin usaha pertambangan Kepada Perusahaan bermasalah. Jatam Kaltim menemukan banyak pemegang izin tambang yang tidak menjalankan kewajiban pemulihan dan penutupan lubang tambang. Reklamasi pasca tambang hanyalah hoaks menurut mereka.

Baca Juga;

Sri Sultan Menjenguk, Bulir Air Mata Membasahi Pipi Para Orangtua Korban Susur Sungai Pramuka SMPN 1

Susur Sungai Pramuka Berakhir Nestapa, Zidan Teriak Gulungan Banjir Datang, Bambu Media Penyelamat

Pengakuan Mengejutkan Shin Tae-yong Setelah Timnas Indonesia Dibantai Persita, Singgung Indra Sjafri

Halaman
123
Penulis: Sapri Maulana
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim

Berita Populer