News Video

NEWS VIDEO Tengok Fasilitas Rusunuwa Guntung yang Bakal jadi Health Quarantine Covid-19 di Bontang

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Sebanyak 6 kamar di Rusunawa Guntung disiapkan sebagai tempat health quarantine (karantina sehat) penanganan covid-19 di Bontang, Kalimantan Timur.

Pemerintah Kota Bontang telah melakukan pembersihan dan sterilisasi disertai penyemprotan desinfektan ke kamar yang bakal dipakai pasien terindikasi covid-19 di Bontang.

"Harapannya tidak terjadi seperti itu (karantina). Ini hanya mempersiapkan saja, jadi dibersihkan. Kalau memang nanti dipakai tidak lagi memerlukan waktu lama dan memang harus dibersihkan," kata Sekda Bontang, Aji Erlynawati.

Sementara ini ada 6 kamar yang dipersiapkan pemerintah di Rusunuwa Guntung tersebut.

Dari pantauan Tribunkaltim.co, 6 kamar tersebut berada di lantai paling bawah. Para petugas kebersihan tampak membersihkan sisa semen yang masih menempel di lantai kamar.

"Sementara ada 6 kamar dulu yang betul-betul siaplah, namanya juga bangunan baru, masih ada bekas semen jadi harus bersih," ujarnya.

Petugas kebersihan tampak membersihkan kaca luar bangunan, area loby rusunawa.

Air di Rusunuwa Guntung sudah menyala, keran di wastafel dan perangkat kamar mandi lainnya sudah teraliri air PDAM, pun demikian dengan listrik.

"Air dan listrik ada, alhamdulillah sudah jalan. Makanya kenapa dipilih ini, karena tempat ini layak untuk health quarantine yang disediakan pemerintah kota Bontang. Kalau rusunawa yang lain belum siap untuk listrik dan airnya. Tapi mudahan tidak terpakailah," ungkapnya.

Selain telah memiliki fasilitas dasar yang lengkap, Rusunuwa Guntung juga dekat dengan Rumah Sakit PKT sehingga untuk distribusi logistik medis relatif dekat.

Saat memasuki kamar rusunuwa, kesan bersih dan nyaman langsung dapat dirasakan.

Terdapat kasur empuk, 2 lemari berada di dalam kamar. Tak ketinggalan meja dan kaca yang bersandar di dinding kamar.

Sementara ada 2 toilet dalam kamar tersebut, untuk mandi dilengkapi dengan shower, sementara ruangan lainnya digunakan untuk kebutuhan buang air.

Kebutuhan cahaya didukung dari jendela bergaya mininalis yang ciamik.

Nah, bila jadi dipakai, selama masa karantina ODP (orang dalam pengawasan) ini tidak boleh keluar rusun sama sekali dan akan dijaga ketat oleh aparat TNI-Polri. Untuk kesiapan makanan ODP ini sudah di fasilitasi pemerintah.

Pemerintah berharap agar warga yang tinggal di sekitar rusunawa mengerti dan bisa menerima kebijakan ini, lantaran ancaman covid-19 merupakan becana nasional.

Pemberitaan sebelumnya, warga Guntung khawatir terpapar wabah covid-19. Usai mendengar informasi pemerintah Kota Bontang bakal memakai Rusunuwa Guntung sebagai tempat karantina pasien yang terindikasi terjangkit virus tersebut.

Belakangan diketahui, suara penolakan warga atas kebijakan tersebut sempat terlontar. Warga yang takut akan terpapar virus bahkan telah mendatangi kantor kelurahan, meminta agar pemerintah membatalkan kebijakan tersebut.

"Di sini banyak pemukiman warga. Kita takut saja pasien yang positif itu dibawa ke sini, terus malah menularkan warga sekitar sini. Jarak rusunuwa dengan rumah warga itu dekat sekali," ungkap salah satu warga RT 15, Guntung, Bontang yang enggan disebutkan namanya.

Dari pantauan Tribunkaltim.co, jarak rusunuwa Guntung dengan beberapa pemukiman warga kurang dari 100 meter.

Akses menuju Rusunuwa hanya satu. Dimana jalan tersebut juga digunakam warga Guntung untuk melakoni aktifitas setiap hari.

Kawasan dekat dengan laut membuat masyarakat dapat merasakan hembusan angin laut ke darat.

Hal itu juga dikhawatirkan warga apabila Rusunuwa Guntung dijadikan tempat karantina. Alih-alih menyelamatkan warga, malah justru membuat penularan semakin meluas.

"Kekhawatiran warga itu takut terpapar. Karena virus ini ganas. Warga khawatirnya di situ. Ditambah informasi yang belum jelas. Hanya lihat dari wa (whatsapp) sudah ramai. Mereka datangi ke kantor Lurah, inisiatif warga sendiri, saya sendiri saja gak tahu kemarin," kata Suwaji (56) selaku Ketua RT 06, Guntung, Bontang.

Ia membenarkan sempat ada penolakan dari warga RT 15 yang pemukimannya paling dekat dengan Rusunuwa Guntung.

"Warga di sana RT15. Kemarin belum ada kejelasan. Mereka gak mau Rusunuwa di Guntung ditempati karantina," ujarnya.

Namun kekhawatiran warga mulai hilang, lantaran telah mendengar penjelasan langsung dari Sekretaris Daerah, Aji Erlynawati yang memantau langsung kesiapan Rusunuwa Guntung pada Rabu (25/3/2020).

"Informasi selama ini, kan, simpang siur. Warga tak tahu. Bukan yang terpapar di bawa ke sana. Sufah dijelaskam Sekda, masyarakat bisa terima. Yang di karantina, orang yang dari luar masuk, bukan pasien positif," ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya dan Ketua RT 15 serta beberapa warga telah mendengarkan penjelasan dari Sekda Kota Bontang.

"Sikap warga. Bisa menerima, walaupun sempat khawatir. Dengan catatan tak membawa pasien positif ke sini. Dijelaskan pemerintah pasien positif tak mungkin dirawat di sini, tapi di rumah sakit. Ini cuma karantina. Dilihat 14 hari ke depan, kalau aman bida langsung pulang," jelasnya.

Diketahui, KK (kepala keluarga) di lingkungan RT 06 Guntung berjumlah lebih dari 100.

Sementara di RT 15 sekitar 60 KK. Mereka semua akan disosialisasikan terkait penggunaan rusunuwa Guntung sebagai health quarantine penanganan wabah covid-19.

"Mereka, kan, ada HP. RT akan sebarkan informasi. Juga akan ada selebaran menjelaskan semuanya. Sekda terbitkan itu, ditempel di beberapa tempat nanti," ujarnya. (*)

Berita Populer