Kanal

Sejarah 30 Maret Hari Film Nasional, Bermodal Rp 150.000 Usmar Ismail Shooting Film Darah dan Doa

FILM DARAH DAN DOA - Sejarah 30 Maret Hari Film Nasional, Bermodal Rp 150.000 Usmar Ismail Shooting Film Darah dan Doa

TRIBUNKALTIM.CO - Momen sejarah 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional Indonesia. Hanya berbekal modal Rp 150.000, Usmar Ismail shooting film Darah dan Doa.

Momen Hari Film Nasional tidak bisa dipisahkan dari sejarah 70 tahun silam, tepatnya 30 Maret 1950.

Kala itu, adalah pertama kalinya pengambilan gambar film Darah dan Doa atau juga dikenal The Long March of Siliwangi.

Lalu apa sih spesialnya film Darah dan Doa ini?

Film ini jadi spesial karena jadi film lokal pertama yang diproduksi, dibintangi dan disutradarai oleh orang asli Indonesia.

Film Darah dan Doa atau The Long March of Siliwangi disutradarai oleh sineas legendaris Indonesia, Usmar Ismail yang kelak dikenal sebagai Bapak Film Nasional.

Peringati Hari Film Nasional, Kenapa Gak Pernah Bosan Nonton di Bioskop? Ini 5 Alasannya

Selamat Hari Film Nasional ke-68, Inilah 3 Film Indonesia yang Raih Penghargaan Internasional

Hari Film Nasional Jatuh 30 Maret 2019, Berikut 6 Film Indonesia Bermutu yang Diputar di Netflix

Sejarah 28 Maret, Siti Nur Jazilah jadi Pasien Pertama Operasi Face Off di Indonesia, Nasibnya Kini?

Produksinya sendiri juga dibuat oleh Perusahaan Film Nasional Indonesia ( PERFINI ) di mana Usmar Ismail juga tercatat sebagai salah satu pendirinya.

Momen shooting pertama pada 30 Maret 1950 itu kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional Indonesia.

Keputusan itu pertama kali ditetapkan pada 1962 oleh Konferensi Kerja Dewan Film Nasional dan Organisasi Perfilman.

Kemudian diperkuat dengan Keppres Nomor 25/1999 yang ditetapkan oleh Presiden RI BJ Habibie.

Halaman
1234
Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com

Viral Video Aksi Jahil Prabowo Subianto Lihat Stafnya yang Tertidur, Bikin Perekam Tertawa

Berita Populer