Virus Corona
Indonesia Cari Utang Baru, Butuh Rp 104,4 Triliun Tutupi Defisit, Pinjaman ADB Rp 22,3 T Segera Cair
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020 terkait defisit anggaran dipastikan melebar.
TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia mencari utangan baru, sedikitnya dibutuhkan Rp 104,4 triliun untuk menutupi defisit APBN 2020.
Dalam waktu dekat pinjaman dari Asian Development Bank Rp 22,3 triliun akan segara cair.
Utang ini dibutuhkan karena dampak wabah covid-19 berimbas pada defisitnya APBN.
• Kaget Saat Dengar Pengumuman Jokowi, Pasien 01 & 02 Corona Indonesia Beber Kisahnya ke Media Inggris
• Nasib Tragis Mahasiswa Ketahuan Sembunyi di Bawah Ranjang Istri Orang, Sang Suami Tiba-tiba Pulang
• PSBB Surabaya Tak Mampu Tekan Covid-19 di Jatim, Presiden Jokowi Kirim 3 Jenderal ke Wilayah Risma
• Diremehkan Tak Punya Uang Biayai Bansos Jakarta, Anies Baswedan Beber Siap Anggaran Super Jumbo
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) 2020 terkait defisit anggaran dipastikan melebar.
Sri Mulyani menjelaskan, Pemerintah tetap memakai skenario awal bahwa defisit APBN akan naik menjadi 5,07 persen dari asumsi awal 1,76 persen.
"Defisit pasti akan lebih besar dari yang tadinya didesain dalam APBN 2020 sebesar 1,76 persen dari GDP. Saat ini kita masih menggunakan base line pembiayaan adalah untuk mendanai defisit di 5,07 persen," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Jumat (8/5/2020).
Sementara secara rinci, pembiayaan utang baru untuk defisit 5,07 persen tersebut diperkirakan menjadi Rp 852,9 triliun, ditambah pembiayaan investasi Rp 153, 5 triliun.
"Sehingga pembiayaan utang netto adalah akan mencapai Rp 1006,4 triliun.
Kalau ditambah dengan utang yang jatuh tempo pada tahun ini maka pembiayaan secara utuh akan mencapai Rp 1.439 triliun," kata Sri Mulyani.

Eks direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, penggunaan tambahan pembiayaan termasuk untuk program pemulihan nasional ekonomi nasional.
"Ini yang sudah diatur didalam Perpu Nomor 1 Tahun 2020 pasal 11 dan juga ada didalam Perpres 54. Untuk pendanaan ini akan dilakukan penerbitan SBN yang dalam hal ini tidak dilakukan secara khusus untuk covid-19," pungkasnya.
• Ditangkap Polisi Akibat Narkoba, Roy Kiyoshi Sempat Peringatkan Anak Ahmad Dhani Soal Dunia Kelam
Pinjaman Asian Development Bank
Indonesia akan menerima pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) sebesar 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp 22,3 triliun untuk menanggulangi dampak covid-19.
Uang tersebut diharapkan cair pada Mei-Juni 2020.
"Kami sampaikan, misalnya dari ADB menggunakan skema khusus countercylical support facility, kita bisa dapatkan 1,5 miliar dolar AS dari ADB," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfriman, dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (8/5/2020).