Virus Corona

CIA Beber Tuduhan Serius ke Xi Jinping, Intelejen Donald Trump Temukan Bukti Baru Kecurangan China

Amerika Serikat tuding China dan Rusia terlibat konspirasi pandemi Virus Corona

Badan kesehatan di bawah PBB itu membantah sudah diintervensi, berdasarkan keterangan dari juru bicara Christian Lindmeier.

Namun, dia menolak menjawab terkait pertanyaan apakah Beijing berupaya menunda atau mungkin mengubah pengumuman Kepedulian Internasional mengenai Darurat Kesehatan Masyarakat (PHEIC).

Lindmeier menerangkan, selama wabah, organisasinya bergerak berdasarkan mandat mereka yang merujuk kepada bukti ilmiah untuk melindungi warga dunia.

"WHO mendasarkan rekomendasinya berdasarkan sains, data, nasihat pakar independen, maupun penerapan dari kesehatan publik," tegas Lindmeier.

Dia menegaskan, Dr Tedros tidak bertemu Xi Jinping pada 21 Januari, melainkan 28 Januari di Beijing.

Dalam agenda itu, mereka tidak membahas mengenai PHEIC.

Berdasarkan pernyataan dari sumber intelijen AS, dirinya tidak bisa menekankan apakah Presiden Xi memainkan peranan dalam menekan organisasi kesehatan itu.

• Pernyataan Anies Soal Corona di Jakarta Ini Sampai Buat Hotman Paris Gemetar: Pak Yuri Mohon Jawab!

• Blak-blakan ke Refly Harun, Amien Rais Beber Bisa Geser Gus Dur di Posisi Presiden, Ganti BJ Habibie

Ketika WHO mengumumkan darurat kesehatan publik pada 30 Januari, keputusan tersebut menuai kemarahan dari sebagian negara Barat.

Halaman
1234