Virus Corona

CIA Beber Tuduhan Serius ke Xi Jinping, Intelejen Donald Trump Temukan Bukti Baru Kecurangan China

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Amerika Serikat tuding China dan Rusia terlibat konspirasi pandemi Virus Corona

Termasuk Presiden AS Donald Trump yang menyebut badan itu "China-sentris", dan kemudian memutuskan membekukan penadanannya pada Maret.

Pada saat itu, Tedros menjelaskan bahwa pengumuman tersebut bukanlah bentuk ketidakpercayaan kepada Negeri "Panda" terkait penanganan wabah.

"Malah pada kenyataannya, kami terus menaruh kepercayaan terhadap China mampu mengatasi wabah yang bergulir," ujar pejabat dari Etiopia itu.

Kepada politisi dari Partai Republik, Trump menuding organisasi kesehatan itu seakan menjadi organ China, dan bakal memutuskan seperti apa kelanjutan kooperasi Washington.

Beijing menuai sorotan sekaligus kritikan ketika virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu menjangkiti Wuhan pada Desember 2019.

Dimulai dari tudingan pembungkaman terhadap dokter yang menyuarakan peringatan, hingga menunda pengumuman selama enam hari.

Akibatnya seperti diberitakan Associated Press, orang-orang pun meninggalkan Wuhan dan menyebarkan virus itu ke seluruh dunia.

Dokumen CIA, bertajuk U.N.-China: WHO Mindful But Not Beholden to China itu muncul di tengah laporan lain dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Dalam laporan dari DHS, Beijing disebut sengaja menunda informais mengenai covid-19 pada Januari guna mengumpulkan peralatan medis dari seluruh dunia.

Beijing pertama kali menginformasikan mengenai covid-19 kepada WHO pada 31 Desember, sebelum secara resmi memberitahukannya ke AS pada 3 Januari.

Halaman
1234