Baru Bebas Beberapa Hari, Habib Bahar bin Smith Kembali Dijebloskan ke Penjara, Penguasa Jadi Sebab?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Habib Bahar

TRIBUNKALTIM.CO - Baru bebas beberapa hari, Habib Bahar bin Smith kembali dijebloskan ke penjara, penguasa jadi sebab?

Habib Bahar bin Smith harus kembali ke balik jeruji besi alias ke dalam penjara.

Kemenkumham membatalkan program Asimilasi atau pembebasan Habib Bahar bin Smith.

Diduga, penangkapan kembali Habib Bahar bin Smith dipicu ceramahnya selepas bebas yang menyinggung penguasa.

Bahar bin Smith kembali ditangkap dan dikembalikan ke lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Pembebasan Bahar bin Smith dibatalkan setelah program Asimilasinya dicabut oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham.

• IDI Khawatir Ada Aroma Herd Immunity Dalam New Normal yang Didengungkan Jokowi, Sangat Berbahaya

• Istana Panik Ekonomi Bangkrut, Rocky Gerung Berani Minta Jokowi Lempar Handuk Tangani covid-19

• Kasir Mal Terkenal Ini Positif Corona, Kadinkes Minta Seluruh Karyawan Dites, Opsi Penutupan Terbuka

Saat dikonfirmasi, Aziz Yanuar yang merupakan pengacara Bahar menduga, kliennya tersebut dianggap telah melanggar ketentuan dalam Asimilasi.

Aziz menduga kliennya tersebut dianggap melanggar ketentuan saat melakukan ceramah yang dilakukan beberapa saat setelah bebas.

"Kami menduga ini terkait ceramah Beliau, karena ceramah pada Sabtu malam itu menjadi viral dan sangat menyinggung penguasa," kata Aziz Yanuar kepada Kompas.com, Selasa (19/5/2020).

Aziz mengakui bahwa sebelum Bahar bin Smith dibebaskan, ada syarat dan komitmen yang harus dipatuhi terpidana selama menjalani program Asimilasi.

"Tapi untuk lebih jelasnya akan disampaikan oleh pihak Kemenkumham," kata Aziz.

Asimilasi dicabut

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Abdul Aris mengatakan, Bahar bin Smith dinilai melanggar ketentuan dalam menjalankan program Asimilasi.

Dengan demikian, pihak Kemenkumham mencabut kembali pembebasan dan Asimilasi terhadap Bahar.

Halaman
123