Virus Corona

Akhirnya Presiden Xi Jinping Menyerah, Persilakan Penyelidikan Asal Virus Corona, Syaratnya Ada WHO

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden China, Xi Jinping dan Virus Corona

Xi Jinping juga menjanjikan dukungan keuangan sebesar 2 miliar dolar AS (sekira Rp29,6 triliun) selama dua tahun ke depan untuk membantu penanganan Covid-19, terutama untuk membantu negara-negara berkembang.

China juga akan membuat vaksin Covid-19 yang dikembangkan sendiri sebagai produk publik untuk membantu upaya penanggulangan pandemi.

Ditambahkan, Beijing berencana bekerja dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)untuk membangun depot dan pusat respons kemanusiaan global di China.

Selain itu membantu membangun apa yang disebut "koridor hijau" guna mendistribusikan barang-barang penting secara cepat ke seluruh dunia.

Ultimatum Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi ultimatum kepada kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa AS akan menghentikan dana secara permanen jika lembaga itu tidak melakukan perubahan dalam 30 hari.

Dalam pernyataannya itu, Trump bahkan menyebut WHO sebagai "Boneka China".

• Dokter Ungkap Virus Corona Sanggup Bertahan di Smartphone, Jangan Sepelekan, Segera Lakukan Ini

• Kronologi Andre Taulany & Rina Nose Dituduh Hina Marga Latuconsina, Bukan Masalah Prilly Latuconsina

• Tempuh 100 Km Jalan Kaki Sehari, Korban PHK Pulang Kampung ke Kota Asal Jokowi dari Wilayah Anies

Melalui sebuah surat kepada Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang dipublikasikan melalui Twitter pada Senin (19/5/2020) waktu AS, Trump menuding WHO "kurang independen dari China" pada tahap "yang mengkhawatirkan"

Trump menuduh lembaga itu "secara konsisten mengabaikan" apa yang dia sebut sebagai "berbagai laporan kredibel" bahwa virus telah menyebar di Wuhan pada awal Desember atau bahkan sebelumnya.

Poin-poin lainnya yang disebut Donald Trump:

Mengutip sejumlah laporan bahwa WHO menunda pengumuman kondisi darurat akibat tekanan Presiden Xi Jinping Mengritik WHO yang memuji "transparansi" China di tengah sejumlah laporan tentang penyensoran dan kurangnya kerja sama internasional Menuduh WHO gagal mengomentari mengenai diskriminasi ras terkait Virus Corona yang diduga terjadi di China Mengatakan Dr Tedros bisa saja menyelamatkan "banyak nyawa" jika dia bertindak seperti Dr Harlem Brundtland, kepala WHO saat wabah Sars berlangsung
Halaman
1234