Virus Corona

China Bersumpah Vaksin Corona Akan Jadi Barang Publik Global, Hal Buruk Masa Lalu Tak Akan Terulang?

Editor: Doan Pardede
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden China, Xi Jinping dan Virus Corona

Berikut update Corona global di 10 negara dengan kasus tertinggi:

Amerika Serikat: 1.550.294 terinfeksi (+22.630) dan 91.981 meninggal (+1.003)

Rusia: 290.678 terinfeksi dan 2.722 meninggal

Spanyol: 278.188 terinfeksi (+469) dan 27.709 meninggal (+59)

Brasil: 255.368 terinfeksi (+14.288) dan 16.853 meninggal (+731)

Inggris: 246.406 terinfeksi (+2.711) dan 34.796 meninggal (+160)

Italia: 225.886 terinfeksi (+451) dan 32.007 meninggal (+99)

Perancis: 179.927 terinfeksi (+358) dan 28.239 meninggal (+131)

Jerman: 177.289 terinfeksi (+638) dan 8.123 meninggal (+74)

Turki: 150.593 terinfeksi (+1.158) dan 4.171 meninggal (+31)

Iran: 122.492 terinfeksi (+2.294) dan 7.057 meninggal (+69)

China Bersumpah Vaksin Corona Akan Jadi Barang Publik Global

Presiden China Xi Jinping dalam pidatonya di Majelis Kesehatan Dunia ( WHA), Senin (18/5/2020) menyatakan, China bersumpah apa pun vaksin virus Corona yang nantinya akan digunakan oleh mereka, bakal menjadi barang publik global.

"Setelah penelitian dan pengembangan vaksin virus Corona di China selesai dan mulai digunakan, itu akan menjadi barang publik global." kata Xi Jinping.

Xi melanjutkan, langkah ini akan menjadi kontribusi China dalam mencapai aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin Corona di negara-negara berkembang juga.

Wakil Direktur Komisi Kesehatan Nasional China Zeng Yixin pekan lalu berkata, ada banyak calon vaksin virus Corona yang sedang menunggu persetujuan untuk uji coba manusia.

Para ahli mengatakan, setidaknya perlu 12-18 bulan untuk mengembangkan vaksin yang efektif, bisa juga dengan periode yang lebih lama.

Xi lalu menambahkan dalam pertemuan virtual tersebut bahwa China akan memberikan bantuan covid-19 global sebanyak 2 miliar dollar AS (Rp 29,65 triliun) selama dua tahun.

Peracikan vaksin dibayangi pengalaman buruk

Dari 8 uji klinis vaksin covid-19, 5 di antaranya dilakukan di China.

Namun peracikan vaksin virus Corona oleh China ini dibayangi pengalaman buruk.

Dua tahun lalu, sebuah skandal besar terjadi ketika lebih dari 200.000 anak-anak mendapatkan vaksin diphtheria, tetanus, dan batuk yang tidak efektif.

Perusahaan yang sama Changchun Changsheng juga mendapat hukuman karena memalsukan produksi dan catatan pemeriksaan berkenaan dengan vaksin rabies.

Salah satu perusahaan yang sekarang terlibat dalam uji klinis covid-19, Wuhan Institute of Biological Products, juga pernah dihukum karena kesalahan prosedur dalam membuat vaksin DPT di tahun 2016.

Namun masalah yang dihadapi ilmuwan China sekarang adalah bahwa mereka yang tertular covid-19 semakin berkurang, sehingga berpengaruh pada uji klinis tahap ketiga.

Dengan semakin sedikitnya infeksi baru, pengembangan vaksin jadi semakin susah.

Presiden China Dukung Investigasi Virus Corona, tapi...

Presiden China Xi Jinping menyatakan, negaranya mendukung "evaluasi komprehensif" mengenai respons dunia atas virus Corona.

Namun, dalam pernyataan yang disampaikan saat pertemuan Dewan Kesehatan Dunia, dia menekankan agenda itu baru bisa diberlakukan jika wabah bisa ditangani.

Dalam pertemuan yang digelar secara virtual, Xi Jinping menekankan bahwa Beijing selalu "terbuka, transparan, dan bertanggung jawab".

Dilansir AFP Senin (18/5/2020), Presiden China berusia 66 tahun itu menyatakan mereka membagi data virus Corona secara cepat.

Pertemuan Dewan Kesehatan Dunia, digelar secara daring untuk kali pertama dalam sejarah, mendiskusikan resolusi yang diusulkan Uni Eropa.

Dalam resolusi itu, Uni Eropa menyerukan adanya investigasi tak memihak, sekaligus evaluasi komprehensif dunia atas wabah covid-19 ini.

Dalam pidatonya, Xi mengatakan penyelidikan mengenai sikap dunia itu haruslah bersifat merangkum dan memperbaiki kekurangan yang ada.

Sejumlah negara Barat seperti AS dan Inggris sebelumnya meminta agar diadakan penyelidikan independen mengenai asal usul covid-19.

Permintaan itulah yang kemudian memicu kerenggangan hubungan antara AS dengan China di tengah wabah yang pertama terdeteksi di Wuhan itu.

Baik Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuding Beijing tidak transparan mengenai virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu.

Mereka juga berulang kali mendorong teori konspirasi bahwa wabah tersebut berasal dari laboratorium di Wuhan yang bocor. Pihak Negeri "Panda" jelas membantah tudingan itu, dan menyatakan mereka terus berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO).

Ikuti >>> Update Virus Corona

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "China Bersumpah Vaksin Corona Akan Jadi Barang Publik Global" di Tribunpalu.com dengan judul Update Corona Global Selasa Pagi: 4,8 Juta Orang di Dunia Terinfeksi covid-19, 1,9 Juta Telah Sembuh dan Presiden China Dukung Investigasi Virus Corona, tapi...