Kanal

Minim Produk Turunan Migas, Batubara dan Sawit Kaltim, Seno Aji: Mestinya Jadi Produsen Hasil SDA

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Seno Aji

SAMARINDA- Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, berharap agar kedepannya Kaltim dapat menjadi produsen dari hasil sumber daya alam (SDA) yang dimiliki, karena sampai saat ini Kaltim lebih condong menjual bahan mentah. Akibatnya hasil turunan dari migas, batubara dan sawit sangat minim.

“Kita harus mengupayakan agar sumber daya alam kita yang diekspor bukan lagi dalam bentuk mentah, tetapi berupa produk turunannya,” kata Seno.

Menurut Politisi Partai Gerindra ini, ekspor produk olahan batubara menjadi solusi terbaik, karena bernilai ekonomi tinggi yang diharapkan ikut berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya pengendalian atau pembatasan ekspor batubara mentah, kita juga dapat menyimpan cadangan batubara untuk anak cucu di masa mendatang,” ujar Seno.

Wakil rakyat asal dapil Kutai Kartanegara ini menuturkan, Kaltim bisa mengadopsi pengelolaan sumber daya alam dari Malaysia. Dengan berlimpahnya hasil alam seperti sawit, Malaysia dapat mengimbanginya dengan pembangunan CPO.

“Sebagai contoh, saat ini sawit Kaltim banyak dibeli pengusaha Malaysia. Harusnya hasil bumi kita menjadi produk unggulan kita sendiri, jadi kita tidak hanya menghasilkan tapi memproduksi bahan mentah menjadi bahan jadi dengan nilai jual yang tinggi,” sebutnya.

Begitu juga dengan bidang pertanian, Seno menilai Kaltim memiliki keunggulan di bidang pertanian dalam arti luas. Berbagai sektor inilah yang perlu didorong, sehingga Kaltim dapat lebih maju dari daerah lain. Sebab hal inilah yang membantu meningkatkan perekonomian PAD Kaltim.

Selanjutnya, sebagai penghasil migas dan batubara, Kaltim juga harusnya dapat memenuhi kebutuhan listrik di setiap daerah dengan memanfaatkan hasil alam yang ada.

"Jangan malah sebaliknya, negara lain ataupun daerah lain membeli batu bara kita sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Sementara kita sebagai daerah penghasil malah tertinggal, dan masih banyak daerah di Kaltim yang belum teraliri listrik," katanya. (advertorial/hms8)

Editor: Achmad Bintoro

Berita Populer