Kanal

Mantan Sekjen PSSI Ratu Tisha Ungkap Butuh Proses Panjang untuk Hasilkan Timnas yang Profesional

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

TRIBUNKALTIM.CO,  JAKARTA - Butuh proses panjang untuk melahirkan seorang pesepakbola profesional. Persaingan di kompetisi berjenjang dan seleksi alam sejak usia dini sangat menentukan.

Maka saatnya PSSI memerhatikan talenta anak muda Indonesia yang ingin berkiprah di dunia sepak bola.

"Dari 250 juta penduduk Indonesia masa tidak bisa mencari 11 orang hebat yang bisa main sepakbola?". Kalimat tersebut kerap kali muncul di tengah rasa frustrasi masyarakat Indonesia terhadap peforma tim nasional yang tak kunjung memuaskan di level senior.

Namun, mantan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan bahwa sumber daya yang dimiliki Indonesia tidak se-wah yang dibayangkan. Dari jutaan anak muda yang bermimpi menjadi pemain profesional hanya segelintir saja yang mampu menembus level pemain elite usia muda.

Artinya, hanya segelintir yang punya kelayakan untuk berkiprah menjadi pemain sepak bola profesional. “Sebenarnya kita tidak bicara himpunan 250 juta orang. Himpunan database kami pemain elite usia muda yang terdaftar terakhir itu diangka 10.500 saja,” kata Ratu Tisha dalam diskusi virtual PRiADI dan BagiData beberapa waktu lalu.

Baca juga; Ramalan Zodiak Cinta Minggu 7 Juni 2020, Taurus Makan Malam Romantis, Capricorn Kencan & Nikmatilah

Baca juga; Tega Sekali Dua Saudara Kandung Ini Bunuh Adiknya, Jenazah Dimasukkan Dalam Karung lalu Dikubur

Baca juga; Enam Sekolah Kedinasan Buka Pendaftaran 8 Juni Ini, Berminat? Baca Selengkapnya

"Jadi, kita bicara dari himpunan yang sangat sedikit." Jumlah itupun bakal berkurang, terkikis seleksi alam dari kompetisi berjenjang baik itu level domestik maupun internasional. Dari proses seleksi yang ketat itulah nantinya akan mengerucut pemain-pemain yang dinyatakan layak untuk bermain d ilevel Internasional.

Karena itu, Ratu Tisha menegaskan pengembangan usia dini menjadi poin krusial dan butuh waktu yang sangat lama. Bahkan, dia menyebut Timnas Indonesia saat ini adalah buah hasil program kerja 15 tahun silam.

Ada proses panjang untuk menemukan talenta yang benar-benar memiliki kualitas bersaing internasional.

“Harus berkompetisi secara berjenjang setiap tahunbya, tidak bisa tidak. Jadi, nantinya mereka yang berhasil mencapai level timnas senior adalah benar-benar orang terpilih dari seleksi jenjang yang sudah mereka lalui.”

“Bukan hanya melalui satu porses instan, yang mungkin cuma bermain 10.000 jam tapi tidak ada pengalaman internasional lebih dari 50 persen,“ ucap wanita lulusan FIFA Master tersebut.

Ini juga menjadi kendala yang membuat Indonesia masih kalah bersaing dari Thailand dan Vietnam. Kedua nengara tersebut sudah mulai memperhatikan pendidikan usia dini dengan baik dan terskema termasuk memberikan pengalaman-pengaalaman internasional kepada pemain sejak dini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ratu Tisha Ungkap Talenta Sepak Bola Indonesia Tidak Sebesar yang Dikira Masyarakat"

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com

Berita Populer