Pelecehan Terjadi di Jalan Raya Saat Korban Naik Sepeda, Puas Beraksi Pelaku Tancap Gas

Editor: Mathias Masan Ola
ILUSTRASI; Goweser saat melintasi jalan Selamet Riyadi Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda Kalimantan Timur

TRIBUNKALTIM.CO,  SEMARANG - Pelecehan terhadap korban entah itu perempuan, anak-anak hingga orang dewasa bisa terjadi di mana saja, kapan saja. Karena itu selalu waspada terutama ketika sedang sendirian.

LD (24), warga Gajah Raya, Gayamsari, Semarang Timur menjadi korban pelecehan saat olahraga bersepeda. Pengalaman pahit itu bermula ketika dia dan rombongan pesepeda lainnya menuju kawasan Kota Lama hingga melintas ke Simpang Lima pada pekan lalu.

Usai menyusuri kawasan tersebut, dia terpisah dari rombongan karena memutuskan untuk tetap mengowes sepedanya menuju Jalan Sriwijaya. Kala itu, rombongan sedang beristirahat di perempatan penghubung antara Jalan Pahlawan dan Jalan Sriwijaya.

"Waktu itu saya memilih jalan terus. Pas di Jalan Sriwijaya itu tiba-tiba ada yang sentuh pantat saya, bahkan enggak cuma menyentuh, dia benar-benar ngeremes gitu ," ungkapnya, Minggu (21/6/2020).

Baca juga; Dokter Terbang Sudah Layani 9.384 Pasien di Pedalaman-Perbatasan Kaltara Selama 2014-2019

Baca juga; H-1 Penutupan Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2020, Ini Sekdin Terfavorit Berdasarkan Jumlah Pelamar

Awalnya, LD mengira peristiwa itu dilakukan oleh saudara perempuannya. Namun, dia baru menyadari ternyata pelakunya adalah seorang pria yang mengendarai sepeda motor yang berusia sekitar 35 tahun.

"Saya kaget ternyata di belakang ada orang naik motor scoopy warna putih dan helm putih. Laki-laki sekitar 35 tahun pakai kaos warna kuning dan celana kolor abu-abu," ujarnya.

Puas melancarkan aksinya, pelaku langsung tancap gas dengan sepeda motornya. "Saya langsung syok lalu berhenti di pinggir jalan, nangis. Saya telpon saudara saya buat nyamperin saya di tempat itu," katanya.

Baca juga; Pemprov Kaltara Sepakati Restrukturisasi Anggaran Hibah Pilkada 2020

Baca juga; Jasad Bayi tak Berdosa Ditemukan Terbungkus Kresek Hitam Dekat Sumur Umum, Polisi Cari Orangtuanya

Dia mengaku peristiwa pelecehan itu meninggalkan trauma mendalam. Terlebih jika harus berkendara keluar rumah sendirian. "Kalau pas mau kerja berangkat ke kantor naik motor sendiri jadi takut, apalagi kalau liat scoopy putih masih trauma," jelasnya.

Dia berharap polisi dapat segera menangkap pelaku pelecehan tersebut. "Saya yakin yang jadi korban pelecehan bukan cuma saya saja. Pelakunya dihukum seadilnya karena masuk tindak kejahatan. Dan buat korban-korban lainnya agar berani bersuara," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Asyik Olahraga Bersepeda, Wanita Ini Jadi Korban Pelecehan Seksual di Semarang"