Ibadah Haji

Sejarah, Arab Saudi Batasi Peserta Ibadah Haji 1.000 Orang, Biasanya 2,5 Juta Berkumpul di Mekkah

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie saat tahun lalu melepas keberangkatan calon jamaah haji di wilayah Kaltara ke embarkasi Bandara Haji Bandara Sepinggan, Balikpapan untuk selanjutnya menuju Tanah Suci Makah.

TRIBUNKALTIM.CO - Sejarah, Arab Saudi batasi peserta Ibadah Haji 1.000 orang, biasanya 2,5 juta berkumpul di Mekkah.

Pemerintah Arab Saudi memutuskan tetap menggelar Ibadah Haji 2020 meski Virus Corona atau covid-19 masih melanda.

Hanya saja, pelaksanaan Ibadah Haji kali ini dipastikan jauh berbeda karena tak ada hiruk pikuk jutaan jamaah dari seluruh dunia.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi memutuskan tak memberangkatkan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi.

Seorang pejabat Arab Saudi, Selasa (23/6/2020) mengatakan haji, yang biasanya menarik hingga 2,5 juta Muslim dari seluruh dunia akan berbeda tahun ini.

Dilaporkan, paling banyak beberapa ribu jamaah haji 2020, karena kekhawatiran atas penyebaran Virus Corona.

• Kabar Gembira Jawa Timur, Meski Jadi Zona Merah covid-19, Tito Karnavian Beri Khofifah Penghargaan

• Blak-blakan Juragan Tanah Beber Jual 6 Hektare Tanah Pulau Malamber ke Bupati Penajam, Sisa Rp 1,8 M

• Andai Bertemu John Kei, Nus Kei akan Ambil Posisi Ini, Beber Filsafat Suku Kei Maluku Satu Kesatuan

• Jajaran Idham Azis Beber John Kei Terancam Hukuman Mati, Godfather Jakarta Kena Pasal Berlapis Ini

Menteri Haji Arab Saudi Muhammad Benten mengatakan sejumlah kecil dan sangat terbatas orang, bahkan bisa hanya 1.000 jamaah dari dalam kerajaan.

Tetapi, katanya, para jamaah haji itu harus tetap menjaga jarak sosial dan kontrol kerumunan di tengah wabah Virus global.

“Jumlahnya, insya Allah, mungkin ribuan.”

“Kami sedang dalam proses peninjauan sehingga bisa jadi 1.000 atau kurang, atau lebih sedikit, ”kata Benten dalam konferensi pers virtual.

Halaman
1234

Berita Populer