Buaya Riska Penjaga Sungai Guntung Viral di Medsos, Walikota Bontang Beri Tanggapan Serius

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Ambo, nelayan Bontang yang hidup bersama buaya Riska selama 14 tahun terakhir asik bercengkrama di bantaran Sungai, Guntung, Bontang, Kalimantan Timur.

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Buaya Riska yang viral di media sosial beberapa waktu lalu sudah dipantau sejak lama oleh Walikota Bontang, Neni Moerniaeni.  Hal itu dikemukakan orang nomor satu di kota Bontang kepada Tribunkaltim.co belum lama ini.

"Kita sudah lama monitor. Harus hati-hati Setelah saya turap, jauh lebih bersih dan lebih baik. Turap sampai ujung itu. Masih ada sisa beberapa ratus meter," katanya.

Menurutnya, buaya yang beraktifitas di dekat permukiman warga harus dikembalikan ke habitatnya. Bila perlu harus dilakukan penangkaran.  "Pak Ambo pawang buaya, tapi kan itu bahaya bagi yang lainnya. Harusnya dikembalikan ke habitatnya," ujarnya.

Dikatakan Neni, Pemkot Bontang telah melakukan pemetaan wilayah berkumpulnya reptil melata tersebut.

"Kita juga sudah punya lokasi-lokasi buaya di Bontang. Saya sudah instruksikan DLH, kita sudah tau titik-titik buaya itu ada," tuturnya, sambil memperlihatkan lokasi rawan buaya dari smart phone di tangannya.

Baca juga; BREAKING NEWS Pasien Positif Covid-19 di Tarakan Bertambah 9 Orang

Baca juga; Bukan Hanya Ketemu Keluarga, Zaskia Gotik Juga Diajak Sirajuddin Temui 2 Sosok Penting di Balikpapan

Neni mengatakan tak akan tinggal diam, pemerintah bisa saja melakukan penindakan usai melakukan pemetaan tersebut. Tujuannya tak lain memastikan keamanan warga dari ancaman binatang buas tersebut.

"Jangan sampai ada korban buaya. Kita gak tinggal diam. Kita sudah petakan. Ada di beberapa sungai. Jangan sampai ada korban jiwa. Kalau saya ingin buaya dikembalikan ke tempat penangkaran," ungkapnya.

Neni meminta agar warga, terutama anak-anak tetap harus waspada dan hati-hati. Kendati percaya bahwa binatang tersebut sudah jinak dengan warga.

Halaman
123