Kanal

Doni Monardo Beber Virus Corona Bisa Tambah Parah Jika Indonesia Turuti WHO: Jangan Ditelan Mentah

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (14/4/2020).

TRIBUNKALTIM.CO - Doni Monardo beber Virus Corona bisa tambah parah jika Indonesia turuti WHO, jangan ditelan mentah-mentah.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyarankan tak perlu dilakukan tes swab sebanyak 2 kali untuk menentukan kesembuhan pasien covid-19.

Hal ini langsung dibantah Ketua Gugus Tugas covid-19 Indonesia, Doni Monardo.

Menurut Doni Monardo, kasus Virus Corona bisa melonjak drastis jika Indonesia menuruti WHO mentah-mentah.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Doni Monardo menyebut, rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) terkait virus corona (covid-19) tidak selalu sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Oleh karena itu, setiap rekomendasi perlu dikaji dulu dan tak langsung diikuti mentah-mentah.

Refly Harun Bongkar Penyebab Kinerja Menteri Jokowi Tak Efektif, Presiden Tak Terapkan Sistem Ini

• Demam 100 Hari, Batuk dan Kelelahan, Waspada Gejala Baru Virus Corona, Simak Penjelasan Dokter

• 15 Vaksin Virus Corona Sudah Uji Klinis, Pengiriman Dimulai Akhir 2020, Negara Uni Eropa Sudah Pesan

• Beredar Video Rhoma Irama Nyanyi di Acara Sunatan, Bupati Geram, Polisi: Bukan Manggung tapi Tamu

"Pemberitahuan dari WHO perlu kita kaji sesuai kondisi di negara kita.

Kalau kita ikuti mentah-mentah, dampaknya kita pasti akan terjadi penularan yang lebih banyak lagi," kata Doni usai rapat terbatas di Istana, Senin (29/6/2020).

Hal ini disampaikan Doni menanggapi adanya imbauan baru WHO bahwa tidak diperlukan tes dua kali untuk menyatakan pasien sembuh dari covid-19.

Menurut Doni, harus dilakukan kajian terlebih dahulu sebelum melaksanakan imbauan WHO tersebut.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com

Berita Populer