Di ILC, Ali Ngabalin Dicecar PKS dan Fadli Zon Soal Kemarahan Jokowi, Karni Ilyas Bereaksi Bantu

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Polemik Ahok Kandidat Bos Ibu Kota Negara, Fadli Zon Tunjukkan Foto Aksi 212, Ali Ngabalin Bereaksi

Ali Mochtar Ngabalin menilai banyak persepsi yang muncul karena ancaman perombakan kabinet (reshuffle) yang dilontarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan saat menanggapi Juru Bicara DPP PKS M Kholid dalam acara Dua Arah di Kompas TV, Senin (29/6/2020).

Sebelumnya Jokowi menyebutkan akan membuka opsi reshuffle dalam pidato arahan di Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020).

M Kholid menilai sikap Jokowi yang mengancam akan melakukan reshuffle hanya langkah politik.

"Kalau kita melihat ini hanya semacam politik cuci tangan. Bukan politik turun tangan," kata M Kholid.

Menurut Kholid, presiden seharusnya sudah memahami rekam jejak setiap menterinya saat pembentukan kabinet.

Ia menilai kritik presiden saat ini justru berbalik menjadi evaluasi bagi Jokowi sendiri.

"Artinya ketika beliau mengkritik seperti itu, maka sebenarnya mengevaluasi diri beliau sendiri," paparnya.

Kholid kemudian memberikan gambaran seorang pemimpin yang baik akan memberikan atribusi kepada timnya saat sukses.

Sementara itu jika terjadi kegagalan, pemimpin seharusnya mengevaluasi kepemimpinannya.

Kholid menyebutkan Jokowi tampak seperti melemparkan kesalahan kepada bawahannya.

Ia bahkan menilai kegeraman Jokowi hanya sebagai narasi yang sengaja dibangun.

"Ini adalah narasi yang dibangun Bapak Presiden. Atribusi kesalahan atau atribusi kegagalan yang harusnya ada di pundak presiden menjadi burden sharing," jelas Kholid.

Ali Mochtar Ngabalin kemudian menanggapi pendapat Kholid.

Halaman
1234

Berita Terkini