Rabu, 20 Mei 2026

Bursa Calon Kapolri Mencuat, Diprediksi Mengerucut November, Idham Azis Minta Polri Jaga Soliditas

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menilai pernyataan Kapolri Idham Azis yang meminta korps Bhayangkara menjaga soliditas agar mengurangi tensi panas

Tayang:
Humas Mabes Polri
Kapolri Idham Azis 

TRIBUNKALTIM.CO - Bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis mulai mencuat.

Nama-nama calon Kapolri ini diprediksi baru akan mengerucut pada November 2020.

Meski Idham Azis baru akan memasuki masa pensiun pada Januari 2021, sederet nama yang diprediksi bakal menggantikan posisinya mulai mencuat. 

 Sebelum Idham Azis Musnahkan 1 Ton Sabu, Jenderal Polisi Mendadak Dekati Tersangka, Amarah Memuncak

 PNS, TNI, Polri Tak Usah Khawatir, Menkeu Sri Mulyani Sudah Anggarkan Gaji ke-13, Kapan Pencairan?

 Diciduk KPK, Ini Jejak Ismunandar, Karier Melejit Sejak di Birokrat hingga Jadi Bupati Kutai Timur

 Siap-siap! Kapan SKB CPNS Digelar Akhirnya Dirilis, Ada yang Unik tentang Jenis Soal, Cek Kisi-kisi

Apalagi, mantan Kabareskrim itu juga sempat mengimbau korps Bhayangkara menjaga soliditas menjelang pergantian Kapolri.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai pernyataan Kapolri Idham Azis yang meminta korps Bhayangkara menjaga soliditas agar mengurangi tensi panas perebutan pucuk pimpinan Polri.

"IPW melihat wajar saja jika Kapolri Idham Azis sempat melontarkan calon Kapolri baru di HUT Polri.

Hal ini karena Idham melihat bursa calon di internal kepolisian sudah mulai panas sehingga dia harus menyikapinya dan Idham sendiri sudah prepare terhadap dinamika ini meski masa jabatannya masih enam bulan lagi," kata Neta kepada Tribunnews.com, Jumat (3/7/2020).

Neta mengakui hingga kini masih sulit untuk memprediksi kandidat calon pengganti Idham Azis.

Sebaliknya, ia memperkirakan nama-nama kuat pengganti Idham Azis akan mengerucut pada November 2020 nanti.

"Sekarang sangat sulit memprediksi siapa yang paling kuat untuk menjadi Kapolri. Nama-nama itu akan mengkristal pada November dan saat itulah siapa calon kuat baru bisa diprediksi," jelasnya.

IPW, kata dia, sebelumnya telah mengeluarkan 8 daftar nama terkuat pengganti Idham Azis.

Nama-nama itu muncul berdasarkan hasil pendataan dari figur-fitur yang sering disebut dalam bursa calon Kapolri di kalangan internal kepolisian.

"Kedelapan nama itu sering dijagokan kelompok atau alumninya. Yang menarik dari kedelapan nama itu tidak ada satu pun dari kubu BG (Budi Gunawan, Red). Hal ini disebabkan kader kader bintang tiga dari kubu BG berada di luar Polri," jelasnya.

"Biasanya sangat sulit bagi jenderal yang sudah bertugas di luar Polri untuk masuk ke internal Polri, apalagi untuk masuk bursa calon Kapolri," sambungnya.

Kapolri Jenderal Idham Azis
Kapolri Jenderal Idham Azis (Tribunnews/JEPRIMA)

 PNS, TNI, Polri Tak Usah Khawatir, Menkeu Sri Mulyani Sudah Anggarkan Gaji ke-13, Kapan Pencairan?

 Dugaan Suap Pengadaan Barang & Jasa di Kutai Timur, Bupati Kutim dan Istri Ditangkap KPK di Jakarta

 Bupati Kutim Kena OTT KPK Bersama Sang Istri, Kekayaan Ismunandar Naik Pesat Sejak Jadi Bupati

Jadwal Acara TV Hari Ini Jumat 3 Juli, SCTV RCTI GTV ANTV: Triple 9, Film India & Film Korea Howling

Berikut kedelapan nama yang menjadi kandidat terkuat pengganti Idham Azis dan alasannya versi IPW:

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved