Virus Corona di Bontang

Tim Gugus Covid-19 Bontang Ingatkan Surat Keterangan Rapid Test Bukan untuk Jalan-Jalan

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Bontang, Kalimantan Timur Adi Permana mengingatkan, surat keterangan hasil rapid tes yang diberikan kepada pelajar Bontang diperuntukkan sebagai prasyarat pendaftaran masuk kuliah, bukan untuk hal lain, seperti berwisata ke luar kota.

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Bontang, Kalimantan Timur, Adi Permana mengingatkan, surat keterangan hasil rapid tes yang diberikan kepada pelajar Bontang diperuntukkan sebagai prasyarat pendaftaran masuk kuliah, bukan untuk hal lain, seperti berwisata ke luar kota.

"Bukan berarti dapat surat bisa bepergian ke luar kota terus. Ini, kan, tujuannya untuk tes masuk kuliah. Setelah itu kembali ke Bontang, tetap protokol kesehatan," katanya, Selasa (7/7/2020)

Untuk diketahui, usai rapid tes pelajar maupun santri yang hendak kembali ke pondok, bisa langsung mendapatkan surat keterangan rapid tes.

Namun, ditegaskan Adi bahwa berdasarkan Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan, surat keterangan rapid tes berlaku hanya 14 hari.

"Kalau ketentuan SE yang baru itu 14 hari. Karena dikira nanti bisa buat pergi. Ini (surat) khusus untuk pendidikan. Mau ke kampus atau pesantren," ujarnya.

Baca Juga

UPDATE Covid-19 di Kalimantan Timur, Ada 13 Kasus Corona, Satu Pasien di Balikpapan Meninggal Dunia

Tak Patuhi Saran WHO, Jepang Justru Sukses Lawan Corona, Ternyata Ini Kuncinya

Pihaknya menyiapkan alat rapid tes sebanyak 1,500 unit. Pemeriksaan rapid tes kepada para pelajar dan santri sudah dilakukan sejak Jumat (3/7/2020) lalu dan gratis alias tak dipungut biaya.

"Di Unmul bayar (rapid) Rp 250 ribu, di Bontang variasi dari harga Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Siapa yang mau ikut tes Unmul, kami sudah siapkan 1,500 alat rapid tes," bebernya. (*)

Baca Juga

Bukan Orang Sembarangan, Pasien Corona Daerah Ini Tolak Isolasi, Anggap Corona Proyek Perkaya Dokter

Fakta Baru, Ratusan Ilmuwan Bongkar Virus Corona Menular Lewat Udara, WHO Selama Ini Salah?

Jepang Bikin Dunia Heran, Terkuak Rahasia Sukses 'Lawan' Corona Tanpa Lockdown, Ada Sangat Sederhana

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim

Berita Populer