Virus Corona di Bontang

Walikota Bontang Neni Moerniaeni Komentari Patokan Tarif Rapid Test Kemenkes Rp 150 Ribu

Walikota Bontang Neni Moerniaeni meminta kepada pihak penyedia jasa pemeriksaan rapid tes Corona atau covid-19 di Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur untuk mentaati surat edaran Kemenkes Republik Indonesia, Kamis (9/7/2020) siang.

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Walikota Bontang Neni Moerniaeni meminta kepada pihak penyedia jasa pemeriksaan rapid tes Corona atau covid-19 di Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur untuk mentaati surat edaran Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) Republik Indonesia. 

Edaran tersebut berisi tentang aturan penetapan batasan tertinggi pemeriksaan rapid test covid-19 sebesar Rp 150 ribu.

"Iyalah. Kalau memang Rp 150 ribu. Ya, Rp150 ribu saja," kata Neni Moerniaeni saat ditemui di RSUD Bontang, Kamis (9/7/2020).

Disinggung soal perbedaan tarif pemeriksaan rapid tes di beberapa tempat penyedia layanan, Neni Moerniaeni tak menampik hal tersebut. Menurutnya, penyamaan tarif tak bisa dilakukan begitu saja.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Bungkil Sawit Asal Kalimantan Timur Kini Mendunia

Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru Kala Pandemi Covid-19, Kemenag Paser Sebut Ponpes Trubus Iman Bisa Ditiru

"Mungkin beli (alat rapid) awalnya dulu. Ketika itu masih sulit. Masker duli ada yang Rp 500 ribu 1 box. Nah, mungkin belinya pada waktu mahal. Tapi kalau sekarang Rp 150 ribu, Rp 150 ribu jugalah," ungkapnya.

Untuk sebagian tempat penyedia jasa, barangkali masih ada yang tarif jauh di atas ketentuan Kemenkes. Namun, ia yakin seiring berjalannya waktu tarif layanan pemeriksaan rapid tes bakal mengikuti sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

"Harus dilihat kapan pembeliannya. Semua, kan, didampingi Kejaksaan dan Kepolisian. Sama debgan masker, dulu masker mahal, sekarang, mah, murah," ucapnya.

Baca Juga: Lengkapi Ibu Kota Negara, Landasan Udara di PPU Nantinya jadi 3 Bandara Terbesar di Kaltim

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim

Berita Populer