Harga Solar Tembus Rp 35 Ribu Perliter di Krayan Kaltara, Harga Gula Pasir Rp 40 Ribu Perkilogram

Editor: Samir Paturusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JALAN PERBATASAN - Salah satu kondisi jalan di daerah perbatasan dan pedalaman yang menghubungkan antara Indonesia dan Malaysia. Tampak warga mengakses jalan tersebut

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), di daerah Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara) berimbas kepada tingginya harga BBM.

BBM jenis Solar, yang dibandrol dengan harga Rp 35 ribu/liter.

Solar memang menjadi primadona di daerah tersebut, karena bahan bakar inilah yang biasa digunakan untuk modal bekerja.

Tingginya harga BBM pun memicu kenaikan harga kebutuhan barang pokok di daetah perbatasan dan pedalaman ini.

Mengambil contoh gula pasir. Benda yang biasa dicampur dengan kopi ini, saat ini dihargai senilai Rp 40 ribu/kilogram. Begitu juga dengan harga kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga:  Akses Masuk ke Indonesia dari Malaysia Putus, Warga Krayan Nunukan Kesulitan Dapat Sembako dan BBM

Baca Juga: Bantu Warga Kalimantan Utara di Perbatasan RI-Malaysia, Toko Indonesia di Krayan Siap Diresmikan

Sari Florita (30), warga Krayan mengungkapkan, berhentinya pasokan BBM dari Malaysia ke Indonesia memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Semua naik, Mas. Harga gula pasir sekarang Rp 40 ribu/liter. Belum lagi harga pokok lainnya. Ini gara-gara BBM Malaysia nda masuk ke Krayan lagi,” ujarnya menceritakan kepada Tribunkaltim.co, pada Senin (17/8/202).

Harga melambung tinggi ini, disebutkan Florita, karena tidak ada pembanding kebutuhan barang pokok yang didatangkan dari dalam negeri.

Hampir seluruh kebutuhan pokok,  berasal dari Malaysia. Sehingga, satu-satunya harapan masyarakat di sana bergantung pada distribusi barang negara berjuluk Jiran tersebut.

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka kita membeli harga mahal itu. Kan mau masuk ke sini (Krayan) sulit. Jadi, semua harga barang mahal,” sebutnya.

Florita mengharapkan, agar pemerintah segera turun tangan atas persoalan ini. Sebab, ditambah persoalan pandemi covid-19 atau Virus Corona di belahan dunia saat ini, Krayan pun mendapat imbasnya.

“Jelas saja pendapatan warga di sini berkurang selama wabah virus Corona ini. Ditambah, harga seluruh kebutuhan barang pokok mahal, sehingga menambah menderitalah kami,” imbuhnya.

“Kami mengharapkan, pemerintah segera bertindak. Kasihan masyarakat di sini hidup dengan kondisi seperti ini. Daya beli masyarakat semakin terbatas. Mohon, pemerintah turun tangan segera,” lanjutnya mengharap.

Seperti diberitakan sebelumnya, sudah beberapa bulan terakhir ini masyarakat di daerah Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Terutama jenis solar, masyarakat di daerah perbatasan dan pedalaman Indonesia ini terasa langka untuk mendapatkan benda tersebut. Begitu pula BBM jenis premium. Padahal, program BBM satu harga sempat mampir di daerah ini. (*)

Baca Juga:Tunggu Kehadiran Pemerintah, Masyarakat Krayan Nunukan Meminta Solusi Soal Kelangkaan BBM

Baca Juga: NEWS VIDEO Putus Jalur dari Malaysia, Masyarakat Krayan Nunukan Kesulitan Dapatkan BBM