Ngaku Menyesal Sempat Dukung Massa Demo UU Cipta Kerja, Nikita Mirzani: Perih Mata Gue Nontonnya

Nikita Mirzani

Tak cuma itu pos polisi di kawasan Patung Kuda dan Kantor Kementerian ESDM juga tak luput dari sikap anarkis oknum massa aksi.

"Karena ternyata kalian para pendemo anarkis, bar-bar merusak," ucap Nikita Mirzani, dikutip TribunJakarta.com dari Instastory, pada Jumat (9/10/2020).

VIRAL di TikTok, Emak Berdaster Jemput Anaknya yang Ikut Demo UU Cipta Kerja, Ternyata Ini Sebabnya

Dulu Ikut Aksi Tolak RKUHP, Kemana 3 Ketua BEM di Tengah Demo Tolak UU Cipta Kerja? Begini Kabarnya

Cara Anies, Ganjar, Ridwan Kamil & Risma Hadapi Pedemo UU Cipta Kerja,Tulis Surat hingga Marah-marah

Nikita Mirzani juga menyoroti pelajar SMA yang ikut-ikutan berdemo menolak UU Cipta Kerja.

Padahal mereka tak mengerti maksud dan tujuan dari demonstrasi tersebut.

"Fasilitas negara, bawa anak kecil, anak SMA pada bawa parang, aduh," kata Nikita Mirzani.

Belum Capai Target Nasional, Satgas Covid-19 Beber Angka Kesembuhan dan Kematian di Balikpapan

Kabar Gembira, Menaker Bocorkan Rencana Lanjutan UU Cipta Kerja Jokowi, Buruh Terlibat, Bukan Perppu

Nikita Mirzani lalu mengaku bersimpati dengan para polisi yang mengamankan demo.

"Tadinya gue begitu semangat untuk mendukung kalian para pendemo. Untuk mementing rakyat Indonesia. Tapi kenapa terjadi lagi pendemo-pendemo yang anarkis. Kasian itu Pak Polisinya," tulis Nikita Mirzani.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan temui massa aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020) malam. (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Nikita Mirzani menilai demonstrasi yang berujung ricuh akan membuat negara mengeluarkan uang untuk memperbaiki segala kerusakan yang ada.

"Rusuh lagi. Hancur lagi. Keluar lagi anggaran negara.

Tuhan kalian kenapa demonya begitu," tulis Nikita Mirzani.

Demo Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja Berlanjut, Jalan Kaki Berniat Menduduki Gedung DPRD Balikpapan

Tak Perlu Ragu Datang ke TPS, Ini Sejumlah Langkah yang Dilakukan KPU Balikpapan

Halaman
1234