CPNS 2019

Sering Tak Betah! Sanksi Peserta CPNS 2019 Minta Pindah Sebelum Masa Kerjanya 10 Tahun Tak Main-main

ILUSTRASI PNS - Jika nekat mengajukan pindah sebelum masa kerja 10 tahun terhitung setelah diangkat dari PNS, maka CPNS 2019 bisa mendapatkan sanksi

TRIBUNKALTIM.CO - Sanksi bagi CPNS 2019 yang mengajukan pindah sebelum masa tugasnya 10 tahun rupanya tak main-main.

Usai menyelesaikan pemberkasan dan mendapatkan SK, Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2019 tidak boleh mengajukan pindah minimal 10 tahun

Jika nekat mengajukan pindah sebelum masa kerja 10 tahun terhitung setelah diangkat dari PNS, maka CPNS 2019 bisa mendapatkan sanksi

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah saat menyerahkan SK CPNS kepada 238 orang Calon Pegawai Negeri Sipil Pemkab Sintang.

Baca juga: CPNS 2021 dan PPPK SEGERA DIBUKA! Apa Syarat & Cara Daftar CPNS 2021? Jumlah Lowongan Besar-besaran

Baca juga: Lengkap, Cara Isi Daftar Riwayat Hidup & Dokumen Lain di sscn.bkn.go.id Untuk yang Lulus CPNS 2019

Baca juga: Cara Mengisi Daftar Riwayat Hidup Pemberkasan CPNS 2019 dan Link sscndaftar.bkn.go.id, Cek Syarat

Baca juga: Masa Sanggah Tak Lolos CPNS 2019 Hanya 3 Hari! Ini Cara Mengajukan Sanggahan, Login sscn.bkn.go.id

Dilansir dari TribunPontianak.co.id, sebelum bertugas ke formasinya masing-masing, para CPNS yang lulus seleksi ini akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan prajabatan untuk diangkat sebagai PNS.

Rencananya, prajabatan diadakan pada awal 2021 oleh bidang Diklat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengingatkan bahwa Pemkab Sintang akan tegas soal mutasi.

Jika tidak siap mengabdi 10 tahun di tempat tugas, Yosepha bahkan menganjurkan untuk mengundurkan diri.

"Boleh mengajukan pindah kalau sudah minimal 10 tahun mengabdi pada penempatan pertama sesuai pernyataan tertulis yang sudah ditanda tangani di atas materai," ujarnya.

"Jangan belum 10 tahun sudah menghadap BKPSDM minta pindah dengan alasan ikut suami, ikut istri, ngurus orangtua dan sebagainya. Kalian sudah memilih formasi dan penempatannya, jadi sudah tahu risikonya," lanjutnya.

"Kalau merasa keberatan dan tidak mampu, sekarang saja mengundurkan diri," tegas Yosepha.

Baca juga: TAK PUAS dengan Pengumuman CPNS 2019? Protes Lewat Jalur Resmi, LOGIN sscn.bkn.go.id, Waktu Terbatas

Baca juga: JANGAN SEDIH Jika Tak Lulus CPNS 2019, Segera Dibuka CPNS 2021, Jumlah Diterima Lebih Banyak

CPNS yang melanggar bisa diberikan sanksi indisipliner bahkan pemecatan.

Menurut Yosepha, kasus seperti ini selalu ada.

Kemudian, jika dalam satu tahun tidak masuk sampai 46 hari berturut-turut bisa langsung dipecat.

Selain itu, Yosepha juga mengingatkan Setelah masuk kantor PNS yang baru segera lakukan penyesuaian dengan lingkungan kerja, dan jalin berkoordinasi dengan ASN yang sudah lama bekerja.

“Pahami visi dan misi OPD tempat kalian bekerja. Pahami SOTK, pahami tata tertib, saling menghormati dan menghargai satu sama lain di OPD masing-masing. Kita ini pelayan masyarakat tetap rendah hati tapi jangan rendah diri," jelas Yosepha Hasnah.

Pendaftaran CPNS 2021

Sementara itu, Menpan RB Tjahjo Kumolo rencananya bakal membuka pengumuman pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2021, bulan Maret.

Baca juga: 280 Ribu Orang Blacklist! Tes CPNS 2021 Kapan Dibuka? Penjelasan BKN dan Bocoran Formasi Dibutuhkan

Baca juga: Peserta Tak Lulus CPNS 2019 Jangan Sedih Dulu! Hasil Masih Bisa Diubah, Cek Caranya, Waktu Terbatas!

Untuk mendaftar CPNS 2021, TribunJakarta.com merangkum dokumen-dokumen yang wajib disiapkan serta cara mengungganya ke sscn.bkn.go.id.

Cara mengunggah dokumen persyaratan CPNS 2021 ke sscn.bkn.go.id ini berdasarkan panduan dari BKN untuk CPNS 2019.

Simak sejumlah dokumen syarat mendaftar CPNS 2021 dan cara mengunggahnya ke laman sscn.bkn.go.id yang dirangkum TribunJakarta.com.

Adapun persyaratan file yang diunggah adalah:

- Scan Pas Foto berlatar belakang merah maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg.

- Scan Swafoto maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg.

- Scan KTP maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg.

- Scan Surat Lamaran maksimal 300 Kb bertipe file pdf.

- Scan Ijazah + Serdik/STR maksimal 800 Kb bertipe file pdf.

- Scan Transkrip Nilai maksimal 500 Kb bertipe file pdf.

- Scan Dokumen Pendukung lainnya maksimal 800 Kb bertipe file pdf.

Alur Pendaftaran

Pendaftaran dilakukan secara online mulai tanggal 11 November 2019 s.d. 24 November 2019, dengan alur sebagai berikut:

1. Pelamar membuat akun pada https://sscasn.bkn.go.id dengan cara:

a. Isi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK) atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepala keluarga pada Kartu Keluarga (KK);

b. Isi biodata dan kolom lainnya;

c. Unggah pasfoto dengan latar belakang warna merah ukuran 4x6 dalam format JPG;

d. Cetak Kartu Informasi Akun.

2. Pelamar log in ke https://sscasn.bkn.go.id dengan menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan;

3. Pelamar mengunggah swafoto dengan Kartu Identitas dan Kartu Informasi Akun untuk dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya;

4. Pelamar melengkapi data diri;

5. Pelamar memilih instansi Badan Kepegawaian Negara dilanjutkan dengan memilih jenis formasi, jabatan sesuai kualifikasi pendidikan, lokasi formasi, dan lokasi tes, serta mengisi data lain yang harus dilengkapi;

6. Pelamar mengunggah dokumen dalam bentuk scan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

7. Pastikan dokumen yang diunggah dapat terbaca. Kesalahan dalam mengunggah dokumen dapat mengakibatkan pelamar tidak lulus seleksi administrasi.

8. Simpan data yang telah dicek pada “form Resume” dan pastikan data tersebut telah terisi dengan lengkap dan benar; dan

9. Cetak Kartu Pendaftaran SSCASN 2019 untuk digunakan sebagai bukti telah menyelesaikan proses pendaftaran.

Berikut langkah-langkah membuat akun untuk mendaftar seleksi CPNS tahun anggaran 2019:

1. Pengecekan Identitas

Pada langkah ini isi beberapa kolom. Di antaranya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sesuai dengan KTP.

Isi juga Nomor Kartu Keluarga atau NIK Kepala Keluarga.

Jangan lupa isi kolom Nama Lengkap sesuai yang tertera di KTP.

Masukkan tanggal lahir sesuai yang ada di KTP dengan format tanggal-bulan (dua digit)-tahun (empat digit).

Setelah itu masukkan kode captcha yang sudah disediakan agar bisa melangkah ke tahap selanjutnya.

2. Lengkapi Data

Pelamar diminta untuk mengisi formulis yang terdiri dari beberapa kolom diisi secara lengkap dan benar.

Masukkan nama tanpa disertai gelar, yang sesuai dengan ijazah.

Kemudian tempat kelahiran, yang disesuaikan juga dengan ijazah.

Langkah selanjutnya pilih jenis kelamain, laki-laki atau perempuan.

Setelah itu, unggah pas foto file berjenis jpg/jpeg, dengan foto berlatar belakang merah dan memiliki ukuran maksimal 200kb.

Lalu isi kolom email, serta password akun di portal SSCN.

Pilih juga pertanyaan pengaman, untuk berjaga-jaga jika terjadi lupa password.

Seperti pada langkah sebelumnya, masukkan kode captcha yang telah disediakan

3. Pengecekan Ulang Data

Cek semua data yang dituliskan serta foto yang diunggah sudah sesuai.

Jika ingin melakukan perbaikan data, klik tombol "Kembali" untuk memperbaiki data yang dimasukkan.

Akhiri pendaftaran dengan klik tombol "Proses Pendaftaran Akun" jika data yang dimasukkan sudah benar.

Teliti dengan seksama karena setelah pendaftaran akun diproses, tidak dapat melakukan perubahan data.

4. Pendaftaran Selesai

Pendaftaran dinyatakan selesai dan berhasil jika ada keterangan "Selamat (nama pelamar) berhasil registrasi pada Portal Sistem Seleksi CPNS Nasional 2019."

Jika akun sudah selesai dibuat, pelamar dapat login ke portal dengan memasukkan alamat email dan password agar dapat mencetak Kartu Informasi Akun.

Kartu Informasi Akun nantinya akan digunakan untuk melakukan swafoto dengan juga memperlihatkan KTP.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul AWAS! CPNS 2019 yang Ajukan Pindah Sebelum Masa Kerjanya 10 Tahun Bakal Kena Sanksi

Berita Populer