Virus Corona di Balikpapan

PPKM di Balikpapan Dinilai tak Efektif, Walikota Rizal Effendi: Jangan Dibanding-bandingkan Terus

Ilustrasi salah satu fasilitas umum yang berpotensi menimbulkan kerumunan ditutup selama PPKM di Balikpapan. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan untuk melaksanakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai tak efektif.

Ditambah lagi, PPKM yang berlaku pada 15 hingga 29 Januari lalu, membuat perekonomian masyarakat terganggu karena adanya pembatasan.

“Memang selama dua minggu ini, bisa dikatakan belum efektif,” kata Walikota Balikpapan Rizal Effendi.

Baca juga: BREAKING NEWS Kabar Duka, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda Nursan Meninggal Dunia

Baca juga: Kisah Dimas R Wardhana Anak Muda Balikpapan, Menyampaikan Pesan Melalui Grafiti di Tembok

Baca juga: Walikota Rizal Effendi Disorot GP Ansor, Kritik PPKM di Balikpapan yang Susahkan Pedagang Kecil

Hal itu berdasarkan perkembangan jumlah kasus terkonfirmasi covid-19, yang masih meningkat dengan jumlah rata-rata di atas 100 kasus per hari.

Jumlah tersebut bahkan sama tingginya dengan penambahan jumlah kasus covid-19, sebelum diterapkan PPKM pada awal Januari 2021 lalu.

"Semua tidak efektif. Kebijakan PPKM di mana pun tidak ada yang efektif. Mau uji di mana (daerah) yang efektif? Nggak ada," ujarnya.

Hanya saja PPKM menjadi salah satu dari sekian banyak upaya pemerintah kota dalam pengendalian pandemi covid-19.

"Nggak pernah selesai kalau dibanding-bandingkan terus begitu," ucapnya.

Rizal Effendi meminta agar kebijakan yang ia terbitkan tidak diuji dari segi efektivitas, namun harus dilakukan sebagai terapi kesabaran.

"Memang ini sesuatu yang harus kita coba, kalau pola ini belum efektif, ya pakai pola lain. Mau kita buka semua atau tutup semua. Risikonya masing-masing," tuturnya.

Halaman
1234

Berita Populer