Berita Bontang Terkini

Walikota Bontang Tolak Teken Pengajuan Bongkar Muat 100 Ribu Ton Batubara di Pelabuhan Loktuan

Walikota Bontang Neni Moerniaeni terang-terangan menolak adanya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Lok Tuan Bontang. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Walikota Bontang Neni Moerniaeni mengabaikan surat pengajuan wacana pemanfaatan Pelabuhan Loktuan untuk kepentingan bongkar muat batubara.

Ia secara tegas mengklaim paling menolak adanya aktivitas bongkar muat batubara itu di Pelabuhan Loktuan.

"Jangankan tanda tangan, berkasnya di meja saya saja saya nggak mau lihat," ujar Neni Moerniaeni saat dikonfirmasi, Minggu (28/2/2021).

Baca juga: 2 Tenaga Kesehatan di Balikpapan Positif Covid-19 Usai Vaksinasi Sinovac Pertama, Begini Kata Satgas

Baca juga: 215 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Balikpapan selama 2021, Ahli Waris tak Lagi Dapat Santunan

Alasan Neni Moerniaeni menolak wacana tersebut lantaran mempersoalkan dampak lingkungan yang bakal timbul.

Apalagi selama ini dirinya begitu konsen memperhatikan lingkungan.

"Saya orang paling komitmen, apalagi soal lingkungan, nggak mungkin saya mau tanda tangan," beber Neni Moerniaeni.

Seharusnya, kata dia, aktivitas bongkar muat batubara itu punya hauling, jangan malah menggunakan jalur umum.

"Harus ada jalur khusus kalau begitu. Makanya aktivitas industri di Bontang Lestari, saya minta Dishub untuk menaikkan kelas jalannya. Karena banyak alat berat yang lewat," tuturnya.

Sekadar informasi, surat tertanggal 5 Januari 2021, dibuat oleh perusahaan bongkar muat dan transportasi yang berada di Kecamatan Bontang Barat.

Surat tersebut kemudian ditujukan kepada kepala Dinas Perhubungan Bontang.

Baca juga: Daerah Calon Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara, Klaim Tidak Memiliki Desa Berstatus Tertinggal

Baca juga: Respon Warga Samarinda Kala Dikunjungi Walikota Andi Harun dan Dapat Bantuan

Korporasi mengajukan permohonan izin pemuatan batubara di Pelabuhan Loktuan.

Pelabuhan yang dimaksud merupakan milik Pemkot Bontang dengan status pelabuhan umum.

Masih dalam surat itu, izin yang dimohonkan tersebut adalah pemuatan 100 ribu ton batubara per bulan menggunakan tongkang berukuran 270-300 feet.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Rahmad Taufiq

Berita Populer