Berita Internasional Terkini

Mengapa Israel Tak Dibinasakan Seperti Kaum Ad & Tsamud? Menangis Ustadz Abdul Somad Beri Jawaban

Mengapa Israel Tak Dibinasakan Seperti Kaum Ad & Tsamud? Menangis Ustadz Abdul Somad Beri Jawaban

Tapi, dijelaskan Saber meninggal bersama anaknya yang lain, Mohammed di Gaza.

Satu anak Saber yang meninggal, berusia 16 tahun.

Baca juga: 10 Menit yang Sangat Berharga, Begini Dialog Jurnalis dan Tentara Israel Sebelum Gedung Digempur

Anak Saber yang lebih kecil, memakai kaus berwarna biru gelap, histeris di pemakaman ayahnya itu.

Ia berlari dan terus menerus berteriak : "Ayah ! Ayah! Selamat jalan Ayah! Mengapa kau meninggalkan kami?,"

Sejumlah pria kewalahan menenangkan anak Saber itu.

Ia tenang setelah seorang pengangkat jenazah mengatakan : "Sini, sini, bawa jenazah dua bersama kami,"

Di pemakaman, ia kembali histeris.

Baca juga: Hadiri Pertemuan OKI, Menlu Retno: Sudah Terlalu Lama Hak-hak Rakyat Palestina Digerogoti Israel

"Ayah! Aku cinta kamu, wahai kekasihku!,"

"Aku berharap aku saja yang mati daripada kau!," kata bocah itu sambil menengadahkan tangan ke langit.

Serangan Israel ke Palestina masih terus berlanjut jelang Hari besar umat Muslim, Idul Fitri.

Media Al Jazeera per Rabu (12/5/2021) melansir, setidaknya 26 orang, termasuk 9 anak-anak, meninggal di Gaza terkena serangan udara Israel.

Roket Israel tidak hanya menyasar Hamas (pasukan lawan militer Israel), tapi juga bangunan perumahan publik.

Baca juga: Akhirnya Jokowi Tak Tinggal Diam Lihat Palestina Terus Digempur Israel, Sudah Bicara dengan Erdogan

Sebuah bangunan pemukiman 13 lantai di kawasan Rimal, Gaza dibom, sehingga 3 warga Palestina tewas.

Video juga menunjukkan warga berlarian dari pemukiman al-Jundi dalam kondisi panik, sementara anak-anak menangis dan dalam kondisi berlumur debu puing.

Sejauh ini, diyakini Israel telah menembakkan 130 roket ke Gaza, tempat dari sekitar 2 juta warga Palestina bermukim.

Sementara, diperkirakan Israel telah membunuh 15 anggota Hamas dan sejumlah anggota pasukan paramiliter anti-Israel.

Bom Jelang Buka Puasa

Muhammad al-Masri (22 tahun) adalah salah satu dari warga Palestina yang terluka karena gempuran Israel.

Pria muda itu berada di depan rumahnya pada Senin malam waktu setempat (10/5/2021), tepat sebelum berbuka puasa Ramadhan.

Baca juga: NEWS VIDEO Rudal Israel Ratakan Gedung Media di Gaza

"Saya mendengar suara bom datang ke arah kami di perbatasan," ujar al-Masri seperti yang dilansir dari The Guardian pada Selasa (11/5/2021).

Seketika itu ia berlari, tapi terlambat.

Sebuah ledakan telah menghantam tubuhnya, lengan kanannya patah.

Baca juga: Dikaruniai Cucu Perempuan, Ayah Gigi Hadid Sambut dengan Tradisi Palestina

"Ada pecahan peluru di mata kanan saya. Saya tidak bisa melihatnya," ungkap al-Masri.

Baca juga: NEWS VIDEO Gempur Milisi Palestina di Gaza, Ini Deretan Senjata Canggih Israel yang Dikerahkan

Segera ia dilarikan ke rumah sakit Shifa.

Selama 24 jam ia telah melalui operasi dan selebihnya hanya bisa berbaring lemah.

Namun, ia memikirkan saudara laki-lakinya, saudara perempuan, dan sepupunya yang juga terluka karena serangan Israel tersebut.

Terakhir yang ia tahu, mereka berada di mobil yang sama saat dilarikan ke rumah sakit.

Saat wawancara dengan media berlangsung, al-Masri tidak mengetahui kondisi keluarganya setelah itu.

Baca juga: Gempur Milisi Palestina di Gaza, Ini Deretan Senjata Canggih Israel yang Dikerahkan, Ada Iron Dome

Al-Masri tinggal di Beit Hanoun, dekat perbatasan Israel.

Sehingga, dampak bentrokan dengan Israel seringkali tidak terhindarkan.

Menurut laporan warga, terdapat 7 anggota keluarga yang sama, yang di antaranya ada 3 anak, menjadi korban tewas di sana semalam waktu setempat (10/5/2021).

Setelah berminggu-minggu kekerasan hebat di Yerusalem, Hamas, kelompok Islam yang memegang kekuasaan di Gaza, menembakkan rentetan roket ke arah Yerusalem pada Senin malam waktu setempat (10/5/2021).

Sejak itu, Hamas telah meluncurkan ratusan lagi roket di kota-kota Israel di dekatnya.

Baca juga: NEWS VIDEO Ini Kelebihan dan Kekurangan Iron Dome Milik Israel

Lalu, dibalas oleh Israel dengan melakukan puluhan serangan udara, termasuk serangan terhadap bangunan permukiman.

Kementerian Kesehatan daerah kantong sejauh ini melaporkan 28 warga Palestina termasuk 10 anak-anak, 2 wanita warga Israel, dan seorang warga India, meninggal.

Sejumlah orang terluka di dalam wilayah Israel, di mana sirene udara berbunyi di kota-kota terdekat hampir tanpa henti, karena bentrokan antara Israel dan Palestina yang terus berlanjut.

Di kota Ashkelon di Israel selatan, sebuah sekolah kosong dibom.

Media lokal melaporkan 4 anggota keluarga yang sama, termasuk seorang anak berusia 8 tahun dan seorang anak berusia 11 tahun, terluka oleh pecahan peluru.

Baca juga: NEWS VIDEO Serangan Jet Tempur Israel Hancurkan 4 Kantor Bank di Gaza

Holon, daerah tepat di selatan Tel Aviv, juga terkena tembakan yang membakar bus, beberapa mobil, dan melukai sedikitnya 3 orang.

Seorang petugas medis untuk United Hatzalah, sebuah badan layanan medis darurat berbasis relawan, mengatakan dia merawat seorang wanita berusia 70-an setelah rumahnya di Ashkelon terkena serangan.

"Wanita itu dalam kondisi kritis," katanya.

Di seberang Jalur Gaza, keluarga-keluarga sepanjang pagi dan malam diliputi ketakutan di dalam rumah atas bentrokan antara Israel dan Palestina yang masih berlangsung.

Souad (30 tahun) mengatakan kondisi yang terjadi mengerikan.

Baca juga: NEWS VIDEO Dunia Kecam Serangan Brutal Israel di Gaza

"Kami tidak dapat tidur," katanya yang hanya memberikan nama singkat.

"Anak-anak tidak tahu apa yang terjadi," imbuhnya.

Abdel-Hamid Hamad mengatakan keponakannya Hussein (11 tahun), tewas pada Senin (10/5/2021) dalam serangan udara Israel.

Hamad mengatakan kepada Reuters bahwa anak laki-laki itu sedang mengumpulkan kayu ketika dia terkena serangan.

"Gaza sudah cukup dan tidak ada yang membuat perbedaan sekarang. Anak-anak kami terbunuh. Apa yang seharusnya kita lakukan?" ujar Hamad kepada Reuters.

Di rumah sakit Barzilai di Ashkelon, seorang waniita Israel terluka setelah apartemennya hancur oleh serangan roket Palestina.

Sebuah unit pendingin udara jatuh menimpanya dan salah satu anaknya pada malam hari.

Sementara, pintu kamar mandi jatuh menimpa di kepala suaminya, kata wanita itu kepada Channel 13, yang tidak menyebutkan namanya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul Mengapa Kaum Nuh & Tsamud Dibinasakan, Tapi Israel Tidak? Ustadz Abdul Somad Nangis Beri Jawaban IniĀ 

Berita Internasional Terkini

Berita Populer