Ibu Kota Negara

IKN Dipindah, Rektor Institut Teknologi Kalimantan Berharap Tidak jadi Pusat Bisnis

Penulis: Hanifan Ma'ruf
Editor: Adhinata Kusuma
Prof Budi Santosa.

“Tidak semua sektor bisa masuk ke IKN, karena diharapkan ibu kota ini tidak menjadi pusat bisnis,” katanya.

“Jadi meniru di Amerika dan beberapa negara lainnya bahwa pusat bisnis bisa di kota mana saja, namun pusat pemerintahan berada di wilayah Sepaku dan sekitarnya,” tukas Prof Budi Santosa.

Terkait pemenuhan dan peningkatan kualitas kebutuhan hidup di lokasi IKN nantinya, Rektor ITK berharap perguruan tinggi di Kaltim ataupun di Indonesia bisa menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri yang telah memiliki pengembangan teknologi yang cukup baik.

“Pengelolaan air bersih, produksi pangan dan pengolahan tanah untuk pertanian saya rasa perlu untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri agar kita bisa berperan banyak untuk membantu IKN ini,” ungkapnya.

BACA JUGA: Sambut IKN, Wakil Walikota Samarinda Rusmadi Wongso Akui Kota Tepian Punya Peran Strategis

Budi Santosa mengakhiri dengan komitmen ITK untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di IKN, seiring berjalannya proses pembangunan dan transisi pemindahan IKN.

Ia menilai ITK masih memiliki waktu untuk meningkatkan kualitas sehingga bisa mencapai perguruan tinggi yang menjadi pilar penyangga IKN.

Kunjungan Kemenhan

Perkembangan terakhir IKN, pada 27 Mei 2021 lalu, Kementerian Pertahanan melakukan kunjungan kerja dan membentuk kelompok kerja (pokja) terkait pertahanan dan keamanan di lokasi baru IKN.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan), Marsdya TNI Donny Ermawan.

Ini menyusul rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, yang diinisiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Halaman
123