Berita Samarinda Terkini

Dugaan Tambang Ilegal di Palaran Samarinda, Modusnya Pura-pura Pematangan Lahan

Lokasi pematangan lahan yang diduga dibarengi oleh kegiatan keruk-mengeruk batu bara tanpa izin, Jalan Parikesit 2, Gang Bendahara, RT 43, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dugaan tambang ilegal atau tanpa izin dengan modus berpura-pura mematangkan lahan kembali terkuak.

Teranyar, ilegal minning dengan modus pematangan lahan ini kembali ditemukan saat Dinas Pertanahan didampingi Satpol PP dan unsur TNI-Polri melakukan penindakan tepatnya Jumat (11/6/2021) lalu. 

Lokasi persis tepat berada di Jalan Parikesit 2, Gang Bendahara, RT 43, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Adanya kegiatan tak berizin ini terlihat dari lubang-lubang galian serta bekas batu bara.

Baca Juga: Marak Tambang Liar, Gubernur Isran Noor Tak Bisa Berbuat Banyak, Minta Pusat Beri Kewenangan Daerah

Dari pengamatan lapangan, di lahan dengan luas sekira 1,5 hektar ini juga terdapat bekas tumpukan emas hitam. 

"Itu tidak ada izin pematangan lahannya. Diduga illegal mining, ada bekas kerukan (lubang) juga," ucap Kepala Dinas Pertanahan Samarinda, Syamsul Komari, Senin (14/6/2021) hari ini. 

Dari keterangan warga sekitar, bahwa aktivitas di lahan tersebut baru berhenti sebelum kedatangan petugas. 

Kegiatan ilegal minning di lahan yang tepat bersebelahan dengan pemukiman ini pun diperkuat dari hasil pengecekan lapangan. 

"Saat ke sana sepi, tetapi kata warga sebelumnya ramai orang, baru berhenti kegiatannya. Pas dicek mesin alat beratnya itu masih panas, berarti benar saja," ungkap Syamsul Komari menduga. 

Halaman
1234

Berita Populer