Berita Samarinda Terkini

Dugaan Tambang Ilegal di Palaran Samarinda, Modusnya Pura-pura Pematangan Lahan

Lokasi pematangan lahan yang diduga dibarengi oleh kegiatan keruk-mengeruk batu bara tanpa izin, Jalan Parikesit 2, Gang Bendahara, RT 43, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY

Salah satu alasannya, bahwa lokasi aktivitas ini tepat di belakang pemukiman dan hanya berjarak sekitar lima meter. 

"Sudah lama itu kegiatannya, warga juga beberapa tidak suka ada kegiatan itu, sudah lapor ke LPM dan lain-lain, tetapi penyelesaiannya hanya sampai di tingkat kelurahan saja," sebut pria ini.

Reporter Tribunkaltim.co juga ikut menyambangi lokasi yang diduga ada pertambangan ilegal ini. 

Pita segel terpasang rupanya telah dilepas, di jalan masuk dan dua unit alat berat jenis ekskavator.

Baca Juga: Tambang Pasir Ilegal Dilakukan Malam Hari, Camat Sebatik Nunukan tak Ingin Warga Tersangkut Hukum

Bahkan dua alat berat ini masih beroperasi. Saat dilihat lebih dekat, rupanya dari tiga lubang yang terbuka, dua lainnya telah ditimbun. 

Sempat bertanya dan mencari keterangan dari warga sekitar, mereka pun tidak berani mengungkap apa yang terjadi, hanya  orang yang juga namanya tak ingin disebut. 

Mengatakan bahwa jika emas hitam telah diangkut pada malam hari beberapa waktu sebelumnya. 

"Sudah dikeruk sampai di atas, udah nggak ada batunya," singkatnya. 

Dikonfirmasi terkait hal ini, Lurah Rawa Makmur Rudi Aris juga mengaku bahwa benar dia lebih dulu sampai di lokasi yang akan ditindak psda Jumat (11/6/2021). 

Halaman
1234